Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Kompetitif, Pertamina Belum Akan Sesuaikan Harga Avtur

Ekonomi pertamina Avtur
Suci Sedya Utami • 15 Januari 2019 12:03
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan harga avtur yang mereka jual saat ini sudah kompetitif. Alhasil perseroan nampaknya belum mau mengambil kebijakan penyesuaian harga dalam waktu dekat.
 
Manager External Communication Arya Dwi Paramita menjelaskan harga avtur sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya standar harga minyak oleh Singapura atau Mean Of Platts Singapore (MOPS). Hal ini merujuk perkembangan harga minyak dunia. Pertamina pun menyatakan telah menurunkan harga avtur sebelumnya, mengikuti pergerakan harga minyak.
 
"Maka ketika harga minyak dunia turun, harga avtur juga mengalami penyesuaian," kata Arya pada Medcom.id, Jakarta, 15 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain mengacu pada MOPS, pergerakan nilai tukar, biaya distribusi serta supply chain juga menjadi faktor penentu. Harga jual avtur di Indonesia tidak bisa secara apple to apple dibandingkan dengan harga avtur di Singapura. Sebab kedua negara memiliki teritorial yang berbeda.
 
Di Indonesia, distribusi avtur tidak segampang di Singapura yang luas negaranya tidak sebanding dan serumit Indonesia. Begitu pula di Indonesia, dengan karakteristik yang beragam maka harga avtur antarwilayah tidaklah bisa sama.
 
"Kita harus cermat jika membandingkan harga avtur di satu bandara dengan bandara yang lain karena kondisinya bisa jadi berbeda dan tidak setara untuk dibandingkan. Jadi pada prinsipnya kami yakin harga kami kompetitif," jelas Arya.
 
Lagipula, lanjut dia, harga avtur yang dijual merupakan kesempatan business to business yang telah terjadi antara Pertamina dan maskapai yang bersangkutan dalam kontrak jangka tertentu.
 
Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Associatiom (INACA) Askhara Danadiputra sebelumnya mengaku telah mendapat komitmen dari Pertamina untuk menurunkan harga avtur. Pasalnya, avtur merupakan kebutuhan paling besar maskapai penerbangan mencapai 40 persen.
 
"Komitmen ada, tapi besarannya belum kami dapatkan dari Pertamina. Kami sudah dapatkan dari Kementerian Perhubungan dan dan Kementerian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) tadi sudah disampaikan," jelasnya, di Jakarta, Minggu, 13 Januari 2019.
 
Dia berharap, Pertamina bisa menurunkan harga avtur hingga 10 persen. Dengan begitu, harga tarif penerbangan bisa disesuaikan.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif