Illustrasi. ANTARA FOTO/Wahyu Putro.
Illustrasi. ANTARA FOTO/Wahyu Putro.

Investor Menanti Penurunan Harga Gas Industri

31 Oktober 2016 16:47
medcom.id, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa para investor masih menunggu pelaksanaan kebijakan pemerintah menurunkan harga gas untuk industri.
 
"Saya sudah ketemu dengan sejumlah investor termasuk dari Jepang, ya balik lagi mereka menginginkan harga gas tadi," kata Airlangga Hartarto ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/10/2016).
 
Baca : Ada Apa dengan Harga Gas 

Ia menyebutkan, pihaknya bersama pihak terkait lainnya diberi waktu untuk menurunkan harga gas industri hingga November 2016.
 
"Dikasih waktunya cuma sampai November. Kemenperin siap, kita tunggu Kementerian ESDM," kata Airlangga.
 
Ia mengaku pengembangan kawasan industri dengan pendukung harga gas yang lebih murah cukup prospektif. 
 
"Tapi sekali lagi tergantung harga gasnya. Kalau harga gasnya bisa masuk ya industrinya bisa bagus," lanjutnya. 
 
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga gas untuk industri turun menjadi di bawah 6 dolar AS per MMBTU (Million British Thermal Units) . Selama ini, harga gas untuk konsumen industri masih di kisaran 9-12 dolar AS per MMBTU.
 
Dengan harga gas yang tinggi dibanding negara-negara ASEAN, industri dalam negeri kalah bersaing dengan negara tetangga.
 
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan SKK Migas pun segera menghitung. Menurut perhitungan Kementerian ESDM, Pendapatan Negara Bukan
 
Pajak (PNBP) gas akan turun sebesar USD300,1 juta atau sekitar Rp3,5 triliun jika rata-rata harga gas industri menjadi 5 dolar AS per MMBTU.
 


 
"Ini memerlukan perubahan kebijakan asumsi dasar APBN," kata Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan