Ilustrasi. Foto : MI.
Ilustrasi. Foto : MI.

Harga Batu Bara Acuan Capai USD66,30/Ton

Ekonomi batu bara
Antara • 15 Desember 2019 16:21
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan harga jual pasar untuk komoditas batu bara di Desember 2019 sebesar USD66,30 per ton atau naik tipis USD0,3 per ton dari Harga Batu bara Acuan (HBA) November sebesar USD66,27 per ton.
 
"Ketetapan ini mengacu pada Keputusan Menteri Nomor 246 K/30/MEM/2019," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dikutip dari Antara, Minggu, 15 Desember 2019.
 
Faktor utama, jelas Agung, dari kenaikan Harga Batu bara Acuan Desember 2019 adalah kenaikan permintaan untuk stok batu bara menjelang musim dingin. Kenaikan ini merupakan kali ketiga Harga Batu bara Acuan bulanan mengalami kenaikan sejak Agustus 2018 dan mencatatkan angka terendah selama dua tahun terakhir dalam rerata tahunan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rata-rata Harga Batu bara Acuan dari Januari-Desember 2019 mencapai USD77,89 per ton, lebih kecil memang dibanding rerata Harga Batu bara Acuan 2017 yang sebesar USD85,92 per ton. Harga batu bara acuan 2018 yang mencapai USD98,96 per ton. Kondisi ini tak lepas dari tekanan permintaan pasar," tambah Agung.
 
Harga batu bara acuan Desember akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel).
 
Nilai harga batu bara acuan sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batu bara yang umum digunakan dalam perdagangan batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.
 
Sementara itu, mayoritas harga acuan untuk 20 mineral logam (Harga Mineral Acuan/HMA) juga mengalami fluktuasi harga di Desember 2019. Misalnya, untuk harga Nikel turun menjadi USD16.107,27 per dry metrik ton (dmt) dari bulan sebelumnya, yaitu USD17.456,43 per dmt.
 
1. Kobalt: USD35.500 per dmt, turun dari USD36.035 per dmt.
 
2. Timbal: USD2.145 per dmt, naik dari USD2.126 per dmt.
 
3. Seng: USD2.515 per dmt, naik dari USD2.365 per dmt.
 
4. Aluminium: USD1.758 per dmt, naik dari USD1.721 per dmt.
 
5. Tembaga: USD5.851 per dmt, naik dari USD5.697 dmt.
 
6. Emas sebagai mineral ikutan: USD1.484 per ounce, turun dari USD1.498 per ons.
 
7. Perak sebagai mineral ikutan: USD17,49 per ons, naik dari USD17,68 per ons.
 
8. Ingot timah Pb 300, Pb 200, Pb 100, Pb 050, 4NINE: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan.
 
9. Logam emas dan logam perak sesuai harga logam emas yang dipublikasikan London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan.
 
10. Mangan: USD3,72 per dmt, turun dari USD4,18 per dmt.
 
11. Bijih Besi Laterit/Hematit/Magnetit: USD1,19 per dmt, turun dari USD1,31 per dmt.
 
12. Bijih Krom: USD2,17 per dmt, turun dari USD2,86 per dmt.
 
13. Konsentrat Ilmenit: USD4,39 per dmt, naik dari USD4,24 per dmt.
 
14. Konsentrat Titanium: USD10,45 per dmt, naik dari USD10,17 per dmt.
 
Harga mineral acuan adalah salah satu variabel dalam menentukan Harga Patokan Mineral (HPM) logam berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula Untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam. Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai/kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.
 
Besaran harga mineral acuan ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif