Ilustrasi LNG. Foto: AFP.
Ilustrasi LNG. Foto: AFP.

Terminal LNG Teluk Lamong Ditarget Beroperasi Penuh 2023

Ekonomi lng perusahaan gas negara (pgn)
Suci Sedya Utami • 17 Oktober 2019 14:43
Surabaya: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas gas alam cair atau Liquid Natural Gas (LNG) Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, Teluk Lamong, Surabaya demi memperluas jaringan infrastruktur di Jawa Timur.
 
Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan pembangunan LNG terminal yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan beroperasi akhir tahun ini dan rampung keseluruhan pada 2023 mendatang. Dalam membangun LNG terminal berkapasitas 40 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) ini, PGN bekerja sama dengan dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).
 
Untuk analisis dampak lingkungan (AMDAL) Terminal LNG Teluk Lamong, saat ini progresnya sedang dalam tahap finalisasi perizinan menuju konstruksi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tahun ini LNG terminal berkapasitas 40 MMSCFD diharapkan dapat beroperasi. Total kapasitas 180 MMSCFD beroperasi penuh pada 2023 mendatang," kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama di Surabaya, Kamis, 17 Oktober 2019.
 
Kemudian dilanjut fase kedua yakni pembangunan terminal pengisian LNG skala kecil menggunakan ISO tank ukuran 20-40 kaki kontainer untuk mendistribusikan gas alam cair di luar sistem pipa ataupun menggunakan truk. Fase ketiga, yakni pembangunan tangki LNG permanen ukuran 50 ribu coalbed methane (CBM) dan dapat ditingkatkan hingga 180 ribu CBM.
 
Menurutnya, LNG Terminal sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gas di Jatim. Keberadaan LNG Terminal di Teluk Lamong diharapkan jadi langkah antisipatif jika ada kendala terkait pasokan gas bumi di Jatim. Selama ini, pasokan gas di Jatim hanya mengandalkan sumur gas kontrak kerja sama minyak dan gas di sekitar wilayah tersebut.
 
Keberadaan LNG Terminal Teluk Lamong juga bakal mendukung pasokan gas bumi untuk wilayah lain. Integrasi moda transportasi gas bumi baik berbasis pipa maupun nonpipa yang diupayakan dapat menjangkau seluruh wilayah pasar merupakan cara agar pemanfaatan gas bumi domestik dapat meningkat.
 
Selain itu fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pengisian LNG trucking dengan memanfaatkan ISO tank yang dapat mendistribusikan kebutuhan gas bumi ke wilayah yang belum dijangkau infrastruktur pipa. Diharapkan, fasilitas tersebut bisa jadi solusi dan sarana untuk membuka pasar ritel baru di Jatim dan Jatim.
 
Terlebih jika jika pipa transmisi Gresik-Semarang sepanjang 267 kilometer rampung. Pembangunan pipa gas Gresik-Semarang ditargetkan kelar pada Maret tahun depan, saat ini progres pembangunannya sudah lebih dari 90 persen.
 
Selain pipa transmisi, PGN juga bakal membangunan pipa distribusi Semarang-Kendal-Ungaran sepanjang 96 kilometer. Di Sumatra, PGN juga tengah mengerjakan pembangunan pipa transmisi Duri-Dumai tahap II sepanjang 67 kilometer.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif