Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Foto : MI/Panca Syaukarni.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Foto : MI/Panca Syaukarni.

Menteri ESDM: Tarif Listrik Belum Tentu Naik karena Subsidi Dicabut

Ekonomi subsidi listrik
Suci Sedya Utami • 12 September 2019 16:16
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pemangkasan subsidi tidak berarti berdampak pada kenaikan tarif listrik.
 
Jonan menjelaskan dalam pembentukan tarif listrik dipengaruhi oleh pergerakan harga energi di pasar global. Dia bilang selain pergerakan mata uang atau kurs, harga minyak (ICP) juga dipengaruhi oleh harga batu bara serta gas yang menjadi bahan baku pembangkit.
 
"Walaupun pengurangan subsidi belum tentu akan menaikkan tarif listrik, karena harga batu baranya juga rendah, gas juga turun," kata Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis, 12 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini harga batu bara acuan (HBA) memang mengalami penurunan. Di September, HBA ditetapkan sebesar USD65,79 per ton. Besaran tersebut anjlok USD6,88 per ton dibanding bulan sebelumnya yang sebesar USD72,67 per ton.
 
Jonan mengatakan kendati pemerintah telah menetapkan domestik market obligation (DMO) sebesar USD70 per ton namun apabila harga keekonomiannya lebih rendah dari DMO maka PLN akan membeli dengan harga yang berlaku di pasar.
 
Lebih lanjut, Jonan mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan yang ditetapkan dalam bentuk UU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 untuk subsidi listrik.
 
Dalam rapat antara pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR disepakati untuk menghapus subsidi listrik bagi pelanggan 900 volt ampere (VA) rumah tangga mampu (RTM). Golongan 900 VA terdiri dari RTM setra kelompok masyarakat miskin.
 
Untuk golongan miskin sudah pasti listriknya disubsidi oleh pemerintah. Untuk golongan RTM, berdasarkan data dari Ditjen Ketenagalistrikan sebenarnya sudah tidak disubsidi pada 2018 atau mengikuti penyesuaian harga.
 
Pada pertengahan 2018, pemerintah menjanjikan agar golongan tersebut tidak mengalami kenaikan tarif listrik. Alhasil dampaknya ikut ke tahun 2019, golongan ini menggunakan tarif tetap meskipun sebetulnya ada kenaikan biaya keekonomian. Akibatnya, pemerintah kembali menanggung selisih biaya tersebut alias mensubsidi kembali golongan tersebut.
 
Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020, usulan awal, golongan tersebut tetap mendapatkan subsidi. Namun ketika pembahasan di Banggar diputuskan untuk mencabut subsidi untuk 900 VA RTM. Artinya dengan kata lain golongan tersebut akan mengalami penyesuaian tarif.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif