Ilustrasi LNG. FOTO: AFP.
Ilustrasi LNG. FOTO: AFP.

Pertamina Masih Kaji Transisi Bisnis LNG ke PGN

Ekonomi pertamina lng perusahaan gas negara (pgn)
Suci Sedya Utami • 13 September 2019 11:29
Jakarta: PT Pertamina (Persero) masih mengkaji transisi bisnis gas alam cair (LNG) yang selama ini dikelola anak usahanya PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN.
 
Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra masih mengkaji peralihan bisnis LNG ke subholding migas tersebut. "Masih kami kaji," kata Basuki di Jakarta, Kamis, 12 September 2019.
 
Dia menuturkan fokus kajian yakni pembagian tugas induk usaha dan subholding migas. Namun dia enggan merinci lebih jauh terkait proses transisi tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu yang pengembangan bisnis saja, kan mereka ada pegembangan bisnis global venture, baru evaluasi pengembangan sebesar apa," jelas dia.
 
Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno mengatakan rencana kebijakan untuk melibatkan PGN dalam bisnis LNG Pertamina tidak akan mengurangi wibawa bisnis Pertamina. Dia bilang sebab PGN pada dasarnya merupakan bagian dari holding migas yang 65 persen sahamnya dikuasai Pertamina.
 
Dia menjelaskan Pertamina nantinya akan menangani bisnis gas mulai dari produksinya dari blok migas hingga diolah menjadi LNG. Berikutnya, PGN akan mulai terlibat dari penjualan LNG dari regasifikasi hingga penyaluran gasnya ke industri dan rumah tangga. Penjualan LNG yang dimaksud yakni yang langsung ditawarkan ke masyarakat.
 
"Jadi Pertamina tidak mengurus penjualan retail (gas), itu (urusan) Pertagas dan PGN," tutur Fajar.
 
Terkait rencana ini, disebutnya bahwa Pertamina tidak keberatan. Pasalnya, pengalihan bisnis LNG ini merupakan aksi korporasi perseroan. Sementara terkait penolakan serikat pekerja atas rencana ini yang dianggap akan merugikan Pertamina, dikatakannya hanya perlu dijelaskan tentang hal tersebut.
 
"Semua itu terkonsolidasi 100 persen ke Pertamina. Konsolidasi PGN 100 persen ke Pertamina. Jadi misalnya ada penjualan ke luar negeri 100 miliar, itu akan terkonsolidasi di pendapatan Pertamina 100 miliar. Enggak berkurang," jelas Fajar.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif