Metranet melalui platform KoperasiGO bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) secara resmi meluncurkan Gerakan Bersama Menuju Koperasi Masa Depan Indonesia,
Metranet melalui platform KoperasiGO bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) secara resmi meluncurkan Gerakan Bersama Menuju Koperasi Masa Depan Indonesia,

Dorong Modernisasi UMKM, Metranet–BSI Resmikan Inisiatif Koperasi Digital

Arif Wicaksono • 14 Februari 2026 06:06
Ringkasnya gini..
  • Metranet melalui platform KoperasiGO bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) secara resmi meluncurkan Gerakan Bersama Menuju Koperasi Masa Depan Indonesia, sebuah inisiatif strategis berskala nasional.
  • Gerakan ini menempatkan KoperasiGO sebagai platform utama dalam mendorong modernisasi koperasi, dengan fokus pada pencatatan keuangan yang terstandarisasi, pengelolaan operasional berbasis sistem terintegrasi, serta transparansi informasi bagi pengurus dan anggota.
Jakarta: Metranet melalui platform KoperasiGO bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) secara resmi meluncurkan Gerakan Bersama Menuju Koperasi Masa Depan Indonesia, sebuah inisiatif strategis berskala nasional yang ditujukan untuk mempercepat transformasi digital koperasi melalui penguatan tata kelola, integrasi sistem, dan pemanfaatan layanan keuangan digital syariah.
 
Gerakan ini menempatkan KoperasiGO sebagai platform utama dalam mendorong modernisasi koperasi, dengan fokus pada pencatatan keuangan yang terstandarisasi, pengelolaan operasional berbasis sistem terintegrasi, serta transparansi informasi bagi pengurus dan anggota. Sinergi dengan BSI memperluas ekosistem melalui integrasi layanan perbankan digital syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
 

“Transformasi digital koperasi harus dimaknai sebagai perubahan menyeluruh pada tata kelola, proses bisnis, dan budaya organisasi. Melalui KoperasiGO, kami menghadirkan solusi manajemen koperasi yang terintegrasi agar koperasi mampu beroperasi secara profesional, transparan, dan terkoneksi dengan ekosistem keuangan digital,” ujar Direktur Bisnis Metranet Faisal Yusuf. 
 
Peluncuran gerakan nasional ini diselenggarakan di Swiss-Belinn Hotel Jakarta dan dihadiri oleh 50 koperasi lintas sektor dari berbagai wilayah di Indonesia. Partisipasi tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan koperasi terhadap sistem digital yang mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kepercayaan anggota melalui tata kelola yang akuntabel.

Transformasi digital 

Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Syska Hutagalung Plt. mengungkapkan inisiatif ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan ekonomi digital dan penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.  

“Transformasi digital koperasi membutuhkan kolaborasi nyata antara sektor swasta, perbankan, dan pemerintah. Gerakan ini menunjukkan bahwa digitalisasi koperasi dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing koperasi nasional” .tegas dia. 
 
Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi RI Henra Saragih memaparkan  digitalisasi menjadi kunci, terutama bagi koperasi simpan pinjam atau credit union yang anggotanya dapat mencapai ratusan ribu, bahkan mendekati satu juta orang. 
 
“Pengelolaan manual tentu sangat berat. Dengan sistem digital, seluruh aktivitas dapat dipantau secara cepat, transparan, dan akuntabel,” tegas Henra. 
 
Di sisi pembiayaan, kemitraan dengan perbankan seperti BSI dan lembaga keuangan lainnya juga diperlukan. Koperasi mendapatkan dukungan  pembiayaan dan pendampingan dalam membangun ekosistem koperasi digital yang kuat.
 
Melalui peluncuran gerakan nasional ini, koperasi diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terhadap penerapan digitalisasi dan praktik tata kelola modern, sekaligus mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan layanan keuangan digital sebagai pengungkit pertumbuhan dan keberlanjutan usaha koperasi di era ekonomi digital.

Ruang kolaborasi baru 

Group Head Retail Deposit Group BSI Dien lukita purnamasari   menjelaskan peran BSI sebagai bullion bank membuka ruang kolaborasi baru dengan koperasi. Koperasi dapat berfungsi sebagai perpanjangan tangan BSI untuk menjangkau nasabah yang selama ini belum terlayani secara langsung oleh perbankan.
 
“Melalui kerja sama tersebut, anggota maupun non-anggota koperasi yang ingin berinvestasi emas dapat mengakses layanan melalui BSI. Skema ini diharapkan memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai simpul ekonomi masyarakat,” tegas dia. 
 
BSI pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi. Dengan sinergi yang terbangun, kemitraan antara perbankan syariah dan koperasi diharapkan mampu berkembang lebih luas dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
 
Sementara itu, ketua Kokarmindo (Koperasi Karyawan Media Group) Herfindo Satria Gading menyambut baik acara ini. "Acara ini sangat menarik, dan menginspirasi kami di Kokarmindo untuk bisa membawa Kokarmindo goes to digital. Aplikasi yg dipresentasikan akan sangat membantu dan dapat meningkatkan kepercayaan anggota pada pengurus," tegas dia. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan