Founder dan Chairman Markplus.Inc Hermawan Kartajaya - - Foto: Medcom/ Nia Deviayan
Founder dan Chairman Markplus.Inc Hermawan Kartajaya - - Foto: Medcom/ Nia Deviayan

Penyebab Perusahaan Merugi di Era Digitalisasi

Ekonomi startup mark plus ekonomi digital
Nia Deviyana • 18 Februari 2020 18:43
Jakarta: Era digitalisasi seolah menuntut dunia bisnis bertansformasi ke sistem dalam jaringan (daring) atau online. Namun, pengusaha seringkali lupa digitalisasi besar-besaran tanpa perhitungan yang matang dapat mendorong kerugian.
 
"Sekarang startup yang buat anak-anak muda seringkali terlalu nafsu. Bikin online semua. Dikira semua bisnis ini selesai dengan online. Itu kebablasan juga. Yang penting market capital-nya naik asal jadi unicorn. Lalu ngiri sama Gojek. Padahal Gojek itu hanya satu yang berhasil narik investor banyak. Kalau rugi terus ya mati duluan," ujar Founder dan Chairman Markplus.Inc Hermawan Kartajaya saat berbincang dengan Medcom.id, Selasa, 18 Februari 2020.
 
Hermawan melanjutkan dalam era digital ini banyak perusahaan cenderung menomorsatukan teknologi. Namun malah mengenyampingkan tiga hal yang krusial, yakni positioning, differentiation, dan branding (PDB).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya melihat di era digital ini ada empat hal yang harus diperhatikan. Change (perubahan), competitor (kompetitor), customer (pembeli), dan company (perusahaan). Kita di sini tidak mengubah kompetitor. Customer pun pemain lama dengan behavior yang baru. Lanskapnya berubah dan kita ada pada setting yang baru. Jadi sebetulnya yang harus diubah PDB, kalau enggak bisa mati," paparnya.
 
Hermawan menambahkan PDB merupakan formula yang harus digunakan perusahaan untuk menganalisis keunggulan dalam bersaing. Sementara positioning merupakan proses menempatkan posisi perusahaan di dalam pasar. Kemudian differentiation menjadi alasan mengapa pembeli harus memilih barang yang dijual perusahaan tersebut.
 
Lebih lanjut brand yang sukses haruslah tertanam di benak pelanggan. Bukan sekadar logo atau nama. Hermawan pun menekankan digitalisasi sangatlah penting tetapi perlu disokong tiga hal tersebut.
 
"Pertama butuh leadership yang top-down. Harus dari atas, kalau mulai dari bawah akan bisa dipatahkan," terangnya.
 
Kedua, lanjut dia, memperkuat bisnis lama yang memang bahaya kalau tidak didigitalisasi, karena perilaku konsumen telah berubah.
 
"Ketiga, harus diukur ya. Kalau tanpa ukuran, tidak diukur hasilnya apa, bisa mati," pungkasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif