Ilustrasi - - Foto:Shutterstock
Ilustrasi - - Foto:Shutterstock

Imbas Covid-19, Tren Belanja Ritel Online Melonjak 20%

Ekonomi belanja online Virus Korona
Suci Sedya Utami • 28 Maret 2020 18:30
Jakarta: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat kenaikan tren belanjaonlinehingga 20 persen di tengah penyebaran wabah covid-19. Hal ini imbas penerapan kebijakansocial distancingdanwork from home(WFH).
 
"Ada peningkatan 15-20 persen dari suasana biasanya," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aprindo Roy Nicholas Mandey kepadaMedcom.id, Sabtu, 28 Maret 2020.
 
Roy mengungkapkan sekitar 60 persen industri ritel moderen telah menerapkan pemesanan melalui aplikasi atau sabungan telepon. Barang kebutuhan konsumen bisa langsung diantar ke rumah tanpa perlu mendatangi toko ritel atau pusat perbelanjaan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini juga menjadi langkah untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus tersebut. "Ini bagian juga untuk mengamanan physical distancing, enggak ramai-ramai dalam toko dan supaya masyarakatat jaga kesehatan di rumah, biar kami yang mengantarnya," tutur dia.
 
Meski demikian, masih banyak konsumen yang berbelanja secara konvensional dengan mendatangi gerai. Biasanya peningkatan kunjungan terjadi pada saat menjelang Ramadan. Pasalnya, masyarakat lebih memilih untuk mengamankan stok dengan berbelanja lebih awal untuk menghindari keluar rumah.
 
"Ada peningkatan kunjungan, sekarang mereka datang sekaligus mau nyetok barang di umah buat puasa maupun jaga-jaga supaya enggak sering keluar rumah," jelas Roy.
 
Adapun Aprindo memiliki tipe ritel moderen mulai dari minimarket, supermarket, hypermarket, grosir, departement storehinggaspeciality store. Jumlah anggota Aprindo mencapai sekitar 600 dengan 45 ribu gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif