GEBUK JUDOL Ronde 3 memperluas pendekatan dari dua ronde sebelumnya dengan menghadirkan edukasi keamanan digital sebagai bagian dari rangkaian program, selain pelaporan dari masyarakat. Kolaborasi ini melibatkan pemerintah, industri, dan institusi pendidikan untuk memperluas jangkauan edukasi mengenai berbagai risiko di ruang digital, termasuk judi online, scam, rekayasa sosial, penyalahgunaan data pribadi, serta penyalahgunaan layanan keuangan.
Rangkaian GEBUK JUDOL Ronde 3 ditandai dengan seremoni deklarasi dan sesi edukasi literasi siber bertajuk “Cerdas Berteknologi, Bersama GEBUK JUDOL”. Sesi diskusi ini bertujuan membekali peserta dengan tiga pilar utama, yaitu Kenali Risiko, Lindungi Diri, dan Ambil Peran, serta turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi RI, Alexander Sabar; Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra; dan Deputi Bidang Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), Danang Tri Hartono.
Sebagai bagian dari peluncuran GEBUK JUDOL Ronde 3, materi edukasi keamanan digital juga diintegrasikan ke dalam GrabAcademy, platform pengembangan keterampilan bagi Mitra Pengemudi Grab dan Mitra GrabMerchant.
Sepanjang 2025, GrabAcademy telah diakses oleh lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi dan mendukung program Mitra Naik Kelas, termasuk melalui perluasan akses beasiswa pendidikan tinggi bagi Mitra Pengemudi dan Mitra GrabMerchant di Universitas Terbuka. Integrasi edukasi GEBUK JUDOL dalam GrabAcademy membuat materi keamanan digital semakin dekat dengan Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant.
Materi tersebut mencakup tiga pilar pembelajaran yang sejalan dengan Kenali Risiko, Lindungi Diri, dan Ambil Peran. Pertama, peserta akan mempelajari cara mengenali modus rekayasa sosial, scam, dan judi online. Kedua, peserta akan mendapatkan panduan untuk melindungi data pribadi serta integritas akun keuangan digital. Ketiga, peserta akan mempelajari cara melaporkan akun atau aktivitas yang terindikasi judi online melalui aplikasi OVO maupun situs resmi GEBUK JUDOL.
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyampaikan bahwa Grab terus memperkuat perlindungan dan pemberdayaan bagi para Mitra Pengemudi melalui GrabAcademy. Menurutnya, peningkatan kebiasaan digital yang aman juga menjadi bagian penting dari program Mitra Naik Kelas.
“Bagi Grab, kolaborasi dalam GEBUK JUDOL Ronde 3 menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi keamanan digital bagi komunitas Mitra Pengemudi. Melalui integrasi materi GEBUK JUDOL ke dalam GrabAcademy, kami ingin membantu para mitra mengenali berbagai risiko di ruang digital, melindungi data dan akun mereka, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan saat menemukan aktivitas yang terindikasi sebagai judi online,” ujar Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indones
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Membangun Ruang Digital yang Lebih Aman
Kolaborasi Grab, OVO, Komdigi, dan Universitas Terbuka menunjukkan pendekatan lintas sektor untuk memperkuat literasi digital masyarakat. Pemerintah memperkuat perlindungan ruang digital, industri menyediakan ekosistem serta kanal edukasi dan pelaporan, sedangkan institusi pendidikan memberikan dukungan akademis untuk memperkuat materi pembelajaran.Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menekankan pentingnya per pemerintah dalam memperkuat keamanan ruang digital, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong pemberantasan judi online melalui kolaborasi multipihak.
Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, menyampaikan membangun ruang digital yang aman membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah terus memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap berbagai aktivitas ilegal di ruang digital, termasuk judi online, namun partisipasi masyarakat juga berperan sangat penting.
"Karena itu, kami mengapresiasi kolaborasi antara Komdigi, Grab, OVO, dan Universitas Terbuka melalui GEBUK JUDOL Ronde 3, yang tidak hanya memperluas edukasi mengenai risiko digital, tetapi juga mendorong masyarakat untuk ikut mengenali dan melaporkan aktivitas yang terindikasi melanggar hukum,” ujar Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia," tegas dia.
Upaya penindakan terus diperkuat, di mana Komdigi telah menindak sekitar 3,7 juta situs dan memblokir puluhan ribu rekening terkait judi online 1. Meski demikian PPATK mencatat perputaran dana judi online pada Semester I 2026 mencapai Rp86,82 triliun, turun 12,9% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Namun, jumlah transaksi justru meningkat 167,2%, dari 174,90 juta menjadi 467,32 juta transaksi. Hal ini menunjukkan adanya perubahan pola yakni nominal transaksi yang lebih kecil tetapi dilakukan lebih sering 2. Hal ini makin menegaskan krusialnya partisipasi aktif masyarakat dan edukasi literasi digital secara masif.
Danang Tri Hartono, Deputi Bidang Analisis dan Transaksi Keuangan PPATK, menyampaikan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam memutus ekosistem judi online, termasuk dengan mengenali dan melaporkan aktivitas keuangan yang mencurigakan. Informasi tersebut dapat membantu memperkuat proses penelusuran aliran dana dan mengungkap jaringan yang lebih luas.
"Mengulang kesuksesan GEBUK JUDOL kami mengapresiasi OVO yang terus berperan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya meningkatkan kesadaran. Kolaborasi pemerintah dan industri seperti ini perlu terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem digital dan keuangan yang lebih aman.
Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, menekankan pentingnya menjaga integritas ekosistem keuangan digital. Ia juga mendorong pengguna untuk aktif mengenali dan melaporkan aktivitas keuangan yang terindikasi terkait judi online.
“Kepercayaan merupakan fondasi utama dalam ekosistem keuangan digital. Karena itu, OVO terus memperkuatnya melalui berbagai upaya untuk memastikan layanan keuangan digital dapat digunakan secara aman dan bertanggung jawab. Namun, upaya tersebut juga membutuhkan peran aktif dari pengguna. Melalui GEBUK JUDOL Ronde 3, kami ingin semakin banyak masyarakat mampu mengenali indikasi penyalahgunaan layanan keuangan digital serta tidak ragu melaporkannya melalui kanal yang tersedia. Semakin cepat indikasi tersebut dapat dikenali dan dilaporkan, semakin kuat pula upaya bersama kita dalam menjaga integritas ekosistem keuangan digital,” ujar Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO.
Melanjutkan Capaian GEBUK JUDOL Ronde 1 dan 2
GEBUK JUDOL Ronde 3 melanjutkan capaian yang telah dibangun pada dua rangkaian sebelumnya. Sepanjang Ronde 1 dan Ronde 2, program ini telah mengumpulkan lebih dari 16.000 laporan masyarakat yang mencakup 12.000 situs judi online, serta memblokir lebih dari 7.000 akun OVO yang disalahgunakan. Tak hanya itu, upaya ini juga berhasil menurunkan dana transaksi judi online sebesar 91% pada semester 1 2026 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.Tingkat validitas laporan pun terus meningkat pesat, dari 78% pada Ronde 1 menjadi 91% pada Ronde 2. Melalui rangkaian GEBUK JUDOL serta penindakan pemblokiran di luar program seperti patroli siber dan sistem pemantauan konsumen yang diperkuat, transaksi judi online berhasil diturunkan hingga 98%. Laporan yang terindikasi berkaitan dengan aktivitas judi online kemudian diteruskan kepada pihak terkait untuk proses penindakan lebih lanjut.
Melalui GEBUK JUDOL Ronde 3, Grab, OVO, Komdigi, dan Universitas Terbuka mengajak masyarakat untuk tidak hanya melindungi diri dari risiko digital, tetapi juga turut mengambil peran aktif dalam melaporkan indikasi judi online. Kolaborasi ini melanjutkan komitmen bersama untuk membangun ruang digital Indonesia yang lebih aman dan tepercaya.