Perikanan. Foto : MI/Oky L.
Perikanan. Foto : MI/Oky L.

Raih Pendanaan Rp1,28 Triliun, Startup Akuakultur Genjot Ekspansi

Husen Miftahudin • 11 Januari 2022 14:35
Jakarta: Perusahaan startup akuakultur, eFishery memperoleh pendanaan seri C senilai USD90 juta atau setara Rp1,28 triliun (kurs Rp14.300 per USD). Pendanaan ini dipimpin Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India, dengan partisipasi dari investor lainnya seperti the Northstar Group, Go-Ventures, Aqua-Spark, dan Wavemaker Partners.
 
Investment Director SoftBank Investment Advisers Anna Lo mengatakan, pendanaan ini akan digunakan untuk meningkatkan platform dan layanan, serta memperkuat produk digital eFishery dan menjadikannya 'koperasi' digital terbesar bagi pembudidaya ikan dan udang.
 
"Melalui pendanaan ini, eFishery juga bertujuan untuk berekspansi secara regional dengan menargetkan 10 negara teratas dalam  produksi akuakultur, seperti India dan Tiongkok," ujar Anna Lo, dalam siaran persnya, Selasa, 11 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu penghasil ikan terbesar di dunia dengan sektor akuakultur yang memegang peranan penting dalam memproduksi pangan bagi populasi dunia. Dalam hal ini, eFishery mempelopori adopsi teknologi untuk pembudidaya ikan dan udang lokal dengan platform end-to-end yang lengkap, yang mendukung mereka untuk meningkatkan produktivitas di seluruh rantai pasok, mulai dari teknologi, pasokan pakan, produksi budi daya, hingga penjualan produk segar hasil panen.
 
"Kami senang dapat bermitra dengan eFishery dan mendukung mereka untuk menyediakan produk pangan hasil perikanan yang andal dan berkelanjutan ke Indonesia dan wilayah lainnya," tutur Anna Lo.
 
VP Sequoia India Aakash Kapoor menambahkan, dengan pasar sebesar USD20 miliar serta rantai pasok yang kompleks dan terfragmentasi, akuakultur menjadi salah satu peluang terbesar dan paling menarik di Indonesia. Hal itu yang menjadikan kerja sama ini menjadi salah satu peluang besar dan paling menarik bagi Sequoia India.
 
"eFishery menawarkan berbagai produk, mulai dari teknologi seperti alat pemberi pakan, pengadaan pakan, hingga penjualan hasil panen. Seluruh elemen tersebut dikombinasikan dengan akses terhadap pembiayaan, sehingga menjadikan model bisnis eFishery komprehensif dan strategis untuk melayani pasar ini," sebut dia.
 
Sementara Co-founder dan CEO eFishery Gibran Huzaifah mengungkapkan pendanaan baru ini akan digunakan untuk mengembangkan perusahaan, ekspansi regional, dan mencapai target untuk menjadikan perusahaan teknologi akuakultur terdepan.
 
"Kami sangat senang dapat bermitra dengan Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India, yang kami yakini dapat menambah nilai signifikan pada platform kami," harapnya.
 
Ia menekankan, eFishery fokus menghadirkan solusi untuk meningkatkan produktivitas pembudidaya. Melalui pengenalan teknologi yang baru, eFishery merampingkan usaha budi daya ikan dan udang, menjadikan industri lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
 
Sebagai contoh, teknologi eFishery di hilir seperti eFeeder mampu mempercepat siklus panen dan meningkatkan kapasitas produksi hingga 26 persen. Di sisi lain, eFishery juga menghubungkan pembudidaya langsung dengan pembeli melalui teknologi kami di hilir, eFresh, sehingga meningkatkan daya jual.
 
"Hasilnya, solusi kami mampu menurunkan biaya operasional dan meningkatkan pendapatan pembudidaya hingga 45 persen," pungkas Gibran.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif