Pembayaran digital. Foto : Medcom.id.
Pembayaran digital. Foto : Medcom.id.

Usia Lanjut Lebih Merasa Cemas Melakukan Transaksi Online

Ekonomi transaksi non tunai asia tenggara Ekonomi Indonesia Ekonomi Digital
Arif Wicaksono • 03 Mei 2022 16:14
Jakarta: Hampir satu dari tiga generasi senior atau usia lanjut di Asia Tenggara merasa cemas saat melakukan pembayaran online. Studi mengungkapkan kekhawatiran kelompok lanjut usia tentang transaksi online dan kepercayaan mereka pada perangkat lunak antivirus dibandingkan dengan generasi muda.
 
Pembayaran digital telah menjadi pilihan utama bagi banyak konsumen di Asia Tenggara (SEA) dalam hal melakukan transaksi keuangan online mereka. Penelitian Kaspersky baru-baru ini menunjukkan pertimbangan digital tentang keamanan siber dan pembayaran sangat memengaruhi perilaku pembelian konsumen di wilayah tersebut.
 
Berjudul “Mapping a secure path for the future of digital payments in APAC”, penelitian tersebut menemukan bahwa satu dari lima (21 persen) pengguna layanan pembayaran digital di Asia Tenggara masih mengalami kecemasan saat melakukan transaksi online. Di antara usia-usia lain, kekhawatiran tertinggi terjadi pada kelompok tertua, Silent Generation  (30 persen). Menariknya, kelompok senior ini diikuti oleh generasi termuda sebesar 27 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hampir satu dari lima (17 persen) pengguna di Asia Tenggara mengakui mereka lebih suka membayar dengan uang tunai, generasi tertua mencatat persentase tertinggi (20 persen) di antara semua kelompok umur.
 
Beradaptasi dengan teknologi baru ini juga dapat menghadirkan tantangan  tersendiri bagi Generasi Bisu dengan 20 persen dari mereka mengalami kesulitan dalam melakukan transaksi keuangan online. Sisi baiknya adalah, hampir seperempat (24 persen) dari semua responden dari Asia Tenggara menunjukkan mereka sepenuhnya mempercayai pembayaran digital.
 
“Orang dewasa yang lebih tua bukan berasal dari era internet. Kekhawatiran mereka dapat dimengerti dan harus dilihat sebagai tindakan pencegahan untuk melakukan kesalahan yang dapat merugikan dalam teknologi yang masih mereka pelajari untuk digunakan. Namun, perlu dicatat bahwa sebagian besar dari mereka (26 persen) mempercayai platform pembayaran digital,” kata Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky Sandra Lee dalam keterangan resminya, Selasa, 3 Mei 2022.
 
Mengingat preferensi mereka untuk berhati-hati saat online, tidak mengherankan bahwa generasi tertua paling menyukai efisiensi perangkat lunak antivirus. Lebih dari tiga di antara lima (61 persen) orang dewasa berusia 55 tahun ke atas menunjukkan tingkat kepercayaan tertinggi terhadap solusi keamanan dibandingkan dengan kelompok usia yang lebih muda.
 
Sementara rata-rata, setengah dari semua generasi di Asia Tenggara (50 persen) memahami pentingnya penggunaan perangkat lunak antivirus untuk melindungi uang dan data online mereka, Gen Z menunjukkan kepercayaan paling rendah sebesar 46 persen, milenial sebesar 49 persen, dan Gen X sebesar 52 persen.
 
Hampir seperempat (20 persen) dari semua responden merasa penggunaan perangkat lunak antivirus sudah cukup, sebesar 17 persen responden merasa tidak yakin atau tidak mengetahui tentang bagaimana antivirus dapat membantu mereka mengurangi risiko kerugian finansial.
 
Secara mengkhawatirkan, masih ada sekitar 14 persen  yang mengatakan perangkat lunak antivirus bukanlah alat penting dalam memerangi ancaman dunia maya yang dapat mengancam data keuangan dan properti.
 
“Arti penting sebenarnya dari solusi keamanan harus dipahami dengan baik saat ini ketika kita kerap menghadapi segala bentuk penipuan keuangan, satu demi satu. Penjahat dunia maya memahami kebiasaan dan keadaan emosional kita, karena mereka juga manusia,” tambah Lee.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif