"Masterplan ini kami arahkan untuk mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam rangka penguatan pasokan dan konsumsi produk industri digital secara nasional," kata Amalia dikutip dari Antara, Selasa, 22 Maret 2022.
Diharapkan dengan masterplan, industri dalam negeri akan mengambil bagian penting dalam rantai pasokan industri digital, sehingga tidak hanya menjadi penonton tapi juga menciptakan nilai tambah tinggi dan membuka lapangan kerja.
"Dengan demikian bangsa Indonesia tidak hanya mengandalkan pembelian barang impor yang tidak memberikan transfer of technology," imbuhnya.
Transformasi digital juga akan diarahkan untuk menjadi pengungkit produktivitas ekonomi nasional sekaligus mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk itu, dibutuhkan interaksi optimal antara infrastruktur digital dengan pemanfaatannya melalui sebuah ekosistem.
"Ekosistem ini difasilitasi salah satunya melalui suatu platform yang memungkinkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memanfaatkan kemajuan teknologi digital secara terintegrasi," kata Amalia.
Platform digital terintegrasi yang dikembangkan diharapkan juga dapat mendukung pemerintah untuk memantau isu pembangunan dan merespons dengan kebijakan berkualitas yang tepat sasaran. Ia menambahkan transformasi digital juga perlu didorong untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
"Dengan kata lain, transformasi digital yang saat ini sedang dirancang dan nanti akan kita laksanakan, perlu mengarusutamakan prinsip-prinsip berkelanjutan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals)," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News