Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Riset: Siapa E-Commerce Paling Unggul?

Ade Hapsari Lestarini • 08 September 2022 22:49
Jakarta: Tren belanja online semakin diminati dan berkembang, khususnya setelah hadirnya pandemi. Snapcart melakukan riset konsumen untuk mengetahui lebih dalam terkait 'Karakteristik Perilaku Konsumen dan Preferensi dalam Berbelanja Online' selama tiga bulan terakhir.
 
Riset ini dilakukan dengan metode online yang diikuti oleh 1.000 responden dari usia 20-35 tahun, yang tersebar di berbagai area di Indonesia. Di antara tiga pemain utama, data menunjukkan Shopee terpilih sebagai platform e-commerce yang paling sering digunakan. Sebanyak 78 persen konsumen saat ini memilih Shopee, disusul Tokopedia (20 persen), dan Lazada (dua persen).
 
Saat ini, berbelanja online bukan hanya sekadar solusi ataupun alternatif utama yang memberikan kemudahan, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Hal ini juga didukung berdasarkan survei Snapcart, tercatat sebanyak 95 persen konsumen  terhubung dengan internet lebih dari satu kali sehari dalam satu bulan terakhir, dan lima persen lainnya setidaknya mengakses internet satu kali sehari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak 57 persen juga mengakui pandemi yang berlangsung selama dua tahun telah membuat mereka lebih sering melakukan aktivitas belanja online. Melihat hal tersebut, para pemain e-commerce di Indonesia berlomba-lomba memperkuat daya saingnya melalui inovasi maupun fitur terbaru demi menarik lebih banyak pengguna.
 
"Teknologi banyak menawarkan cara baru serta solusi dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, salah satunya dalam memenuhi kebutuhan. Hal ini terlihat dari data yang menunjukan aktivitas belanja online yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Berbagai kebutuhan pengguna yang terus berkembang menjadi peluang serta alasan para pemain e-commerce di Indonesia memperkuat daya tarik melalui penawaran diskon, lahirnya fitur inovatif hingga kelengkapan pilihan produk. Hal ini pula yang kami lihat yang akhirnya membentuk karakter atau preferensi perilaku masyarakat dalam berbelanja online," ujar Direktur Snapcart Indonesia Astrid Wiliandry, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 8 September 2022.
 
Baca juga: Cek Dulu! Ini Tips Terhindar dari Penipuan Belanja Online

Karakteristik perilaku belanja online

Segmentasi karakter perilaku belanja tidak hanya berangkat dari perbedaan preferensi, prioritas kebutuhan, hingga gaya hidup. Faktor lain yang terikat dalam hal ini adalah hal yang ditawarkan setiap pemain e-commerce. Data menunjukkan alasan masyarakat berbelanja online di e-commerce pilihan antara lain adanya promo gratis ongkir (79 persen), ragam penawaran promo menarik (67 persen), ketersediaan fitur pembayaran yang lengkap (63 persen), Fitur lainnya yang ada dan mudah untuk digunakan (61 persen), dan kelengkapan jenis serta kategori produk yang beragam dan lengkap (58 persen).
 
Hal ini pula yang memengaruhi karakter perilaku belanja online masyarakat, khususnya pada tingkat kepercayaan hingga keputusan saat berbelanja. Tercatat di Indonesia terdapat tiga tipe perilaku konsumen yang diamati dan menempati tiga teratas; di antaranya 51 persen tipe discount seekers atau konsumen pemburu diskon yang berbelanja didorong oleh berbagai tawaran promosi; 25 persen menjawab sebagai need-based customers, dan 24 persen memilih tipe wandering customers.
 
Riset: Siapa <i>E-Commerce</i> Paling Unggul?

Tipe discount seekers

Tipe konsumen discount seekers ini merupakan orang-orang yang gemar mencari dan memanfaatkan promo ketika berbelanja online. Melalui survei ini, tipe perilaku konsumen ini menempati posisi pertama. Promo dan diskon hingga saat ini masih menjadi magnet utama konsumen di Indonesia saat berbelanja online.
 
"Festival akhir tahun telah dibuka dengan hadirnya kampanye angka kembar 9.9. Hadirnya berbagai program disambut antusias oleh konsumen, mereka mulai mempersiapkan diri khususnya untuk berbelanja di hari puncak kampanye. Berdasarkan ragam promo yang ditawarkan selama kampanye pembuka festival belanja akhir tahun yang sedang berlangsung, sebesar 78 persen memilih Shopee sebagai e-commerce yang akan digunakan, diikuti Tokopedia (19 persen), dan Lazada (dua persen).

Tipe need-based customers

Pada tipe perilaku need based customers, individu cenderung berbelanja sesuai dengan kebutuhan. Hal yang dicari adalah kelengkapan pilihan produk serta kategori yang dapat memenuhi kebutuhan harian maupun pelengkap. Faktor-faktor yang memengaruhi keputusan saat berbelanja untuk segmentasi ini biasanya berhubungan dengan kemudahan dalam mengakses suatu produk, rekomendasi, dan product review, serta ragam kategori dengan pilihan produk lengkap yang ditawarkan oleh mitra brand maupun penjual yang tergabung pada platform tersebut.

Tipe wandering customers

Seiring perkembangan teknologi yang dibarengi oleh perubahan gaya hidup, para pemain e-commerce di Indonesia terus berinovasi untuk menciptakan fitur-fitur baru sebagai pelengkap. Fitur ini menawarkan hiburan yang memperkuat engagement konsumen sehingga memungkinkan mereka untuk kembali berbelanja di platform tersebut.
 
"Tipe ini yang suka browsing-browsing, merupakan salah satu pengunjung situs e-commerce yang terbesar. Mereka memang tidak selalu belanja. Tetapi, kehadiran mereka sangat menentukan popularitas sebuah situs e-commerce," ungkap Astrid.
 
Berdasarkan data-data survei Snapcart, terlihat semakin sengitnya persaingan para pemain e-commerce dalam menghadirkan inovasi dan program yang dapat menjawab seluruh kebutuhan sesuai dengan masing-masing preferensi konsumen.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif