Ilustrasi Aplikasi AI. Foto: Pinterest/SITICL
Ilustrasi Aplikasi AI. Foto: Pinterest/SITICL

AI Bawa Banyak Kemudahan, tapi Berdampak Buruk Bagi Lingkungan?

Annisa ayu artanti • 15 September 2026 17:06
Ringkasnya gini..
  • AI kini digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari media sosial hingga membantu pekerjaan di bidang medis.
  • Di balik kemudahannya, AI masih menghadapi persoalan bias, informasi yang keliru, dan penggunaan karya kreator tanpa persetujuan.
  • Perkembangan AI juga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kebutuhan akan regulasi yang lebih ketat.
Jakarta: Artificial Intelligence (AI) semakin sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Teknologi ini bekerja di balik berbagai layanan digital, mulai dari rekomendasi konten dan musik, bahkan di bidang kesehatan untuk mendeteksi penyakit dan mengembangkan pengobatan.

Namun, semakin luas penggunaan AI, semakin banyak juga kontroversi yang muncul. Kemampuan teknologi yang terus berkembang memunculkan persoalan tentang akurasi informasi, bias, hak kreator terhadap karyanya, hingga dampaknya terhadap lingkungan.

Dilansir dari laman BBC pada Selasa, 15 September 2026, salah satu persoalan AI adalah kemampuannya menghasilkan informasi yang keliru. Sistem AI generatif bahkan dapat mengalami halusinasi, yaitu menyampaikan sesuatu yang salah seolah-olah merupakan fakta, termasuk membuat sumber yang sebenarnya tidak akurat.

Selain itu, data yang digunakan untuk melatih sejumlah sistem AI dapat mencerminkan bias sosial yang sudah ada. Bias seperti seksisme dan rasisme berpotensi ikut terbawa ke dalam hasil yang diberikan oleh sistem tersebut.
 

Perdebatan Karya Kreator dan Isu Lingkungan

Kontroversi lain muncul dari para penulis, musisi, dan seniman yang mempertanyakan bagaimana karya mereka digunakan untuk melatih sistem AI. Sejumlah kreator menilai karya yang digunakan tanpa persetujuan atau kompensasi dapat mengancam mata pencaharian mereka.

Pada Oktober 2024, ribuan kreator, termasuk Bjorn Ulvaeus dari Abba, penulis Ian Rankin dan Joanne Harris, serta aktris Julianne Moore, menandatangani pernyataan yang menyebut AI sebagai ancaman besar dan tidak adil terhadap mata pencaharian mereka.

Tak hanya itu, perkembangan AI juga memberikan dampak buruk kepada lingkungan. Pembuatan chip komputer canggih yang dibutuhkan sistem AI membutuhkan energi dan air, sementara meningkatnya permintaan layanan AI generatif ikut mendorong pertumbuhan pusat data.

Sejumlah perusahaan teknologi berupaya mengurangi atau menggunakan kembali air yang dibutuhkan pusat data. Namun, para ahli dan aktivis tetap mengkhawatirkan perkembangan AI dapat memperburuk persoalan ketersediaan air. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan