| Baca juga: Strategi Tokopedia dan TikTok Shop Dukung Brand Lokal Mendunia dan Pertumbuhan Ekonomi Digital |
Executive Director of Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia, Stephanie Susilo mengatakan pada sepanjang Januari sampai dengan Juni 2025 Tokopedia dan TikTok Shop telah menyaring lebih dari 250.000 pengajuan akun penjual yang belum memenuhi standar kepatuhan, serta melakukan peninjauan terhadap belasan juta produk sebelum ditayangkan, yang meningkat rata-rata 506,8% dibandingkan enam bulan sebelumnya.
“Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas layanan, melindungi konsumen, dan memastikan praktik perdagangan yang adil di platfor,” tegas dia.
Selain menyaring penjual dan menegakkan kebijakan, Tokopedia dan TikTok Shop meningkatkan kesadaran penjual akan perlindungan hak kekayaan intelektual (KI) lewat edukasi dengan berkolaborasi bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sejak 2025 agar lebih banyak penjual bisa menjadi pemilik sah atas KI-nya.
Penjual yang memiliki KI, termasuk UMKM, dapat bergabung di ekosistem ‘Mall’, yang menjamin produk 100% asli, gratis ongkir, dan retur 15 hari. Hal ini membuat jumlah penjual 'Mall' di TikTok Shop naik empat kali lipat. Sejumlah di antaranya mencatat pertumbuhan tertinggi transaksi rata-rata lebih dari 15 kali lipat, dan daftar merek dengan peningkatan tertinggi transaksi ini didominasi oleh brand lokal termasuk UMKM.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia (TBC) Hermansyah Siregar mengatakan, penguatan perlindungan kekayaan intelektual merupakan fondasi bagi daya saing UMKM dan brand lokal.
“Kami mengapresiasi langkah Tokopedia dan TikTok Shop yang secara konsisten mendorong praktik perdagangan digital yang bertanggung jawab agar para pelaku usaha bisa jualan nyaman dan konsumen dapat merasakan pengalaman belanja aman, salah satunya melalui Indonesia Summit 2026. Inisiatif seperti ini berperan penting dalam membangun ekosistem ekonomi digital Indonesia yang aman, adil, dan berkelanjutan.” tegas dia.
Selain dengan DJKI, Tokopedia dan TikTok Shop mengupayakan sosialisasi KI bersama mitra strategis lain, seperti Dinas Koperasi dan UKM DIY yang menyasar pembatik di Yogyakarta (24/9/2025), dan Dewan Kerajinan Nasional RI hari ini (27/1/2026) di Jayapura dengan partisipan ratusan pelaku UMKM.
Perluas Jangkauan Bisnis
Tidak hanya mendukung brand dan UMKM lokal bertumbuh pesat di dalam negeri, sejak tahun lalu, TikTok Shop by Tokopedia juga menghadirkan inisiatif mendorong brand lokal sebagai upaya nyata untuk memberdayakan brand lokal Indonesia agar mampu memperluas jangkauan bisnis ke Asia Tenggara seperti ke pasar utama seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, dan Filipina.Dalam program ini, brand dibekali pembelajaran terstruktur, aktivitas berbasis misi, serta pendampingan yang dirancang untuk menguji potensi pasar, memperkuat kesiapan operasional, dan memahami karakter serta preferensi konsumen di setiap negara tujuan.
Peserta juga terhubung dengan ekosistem pendukung TikTok Shop, mulai dari tim regional hingga mitra resmi untuk pengelolaan toko, produksi konten, live streaming, hingga pemenuhan pesanan.
"Sejak diluncurkan pada Desember 2025, enam dari delapan brand lokal yang berekspansi ke Malaysia melalui ekosistem TikTok Shop mencatat peningkatan transaksi harian selama periode kampanye. Beberapa bahkan meraih pertumbuhan dua hingga tiga digit], sementara brand di tahap awal mampu tumbuh hingga 50x lipat dari penjualan berbasis LIVE, menunjukkan efektivitas program dalam mempercepat adaptasi pasar", tambah Stephanie Susilo.
Seiring bergesernya perilaku belanja masyarakat di era discovery e-commerce, Tokopedia dan TikTok Shop terus memperkuat perannya sebagai penghubung antara konsumen, penjual, dan affiliate content creator melalui konten serta interaksi komunitas.
Peran strategis tersebut menjadi makin krusial, sejalan dengan proyeksi Indonesia menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara dengan potensi mencapai USD600 miliar pada 2030, serta pertumbuhan ekonomi digital yang diperkirakan menyumbang sekitar 8% terhadap PDB nasional.
Stephanie Susilo mengatakan Tokopedia dan TikTok Shop makin memperkuat perannya sebagai ekosistem yang menghubungkan jutaan penjual.
“Melalui koneksi yang makin erat ini, kami terus mendukung para pelaku usaha lokal di Indonesia agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjangkau pasar yang lebih luas.” jelas dia.
Di sisi lain, para pelaku usaha di Tokopedia dan TikTok Shop juga didukung oleh puluhan juta affiliate content creator yang berperan aktif dalam membantu penjual memperluas jangkauan serta membangun kepercayaan konsumen melalui konten kreatif dan rekomendasi yang relevan
Tokopedia dan TikTok Shop meluncurkan Ramadan Growth Playbook sebagai panduan strategis bagi bagi para penjual, affiliate content creator, dan mitra untuk mengoptimalkan penjualan menjelang Ramadhan. Selain itu, hadir juga program matchmaking bagi penjual dan affiliate content creator untuk memperkuat strategi pemasaran dan meningkatkan kolaborasi di momen tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News