Sejumlah perusahaan terbuka global mulai mencari cara untuk melakukan diversifikasi aset, salah satunya dengan membeli aset kripto seperti bitcoin. Foto: AFP
Sejumlah perusahaan terbuka global mulai mencari cara untuk melakukan diversifikasi aset, salah satunya dengan membeli aset kripto seperti bitcoin. Foto: AFP

Cegah Resesi, Perusahaan Terbuka Beli Bitcoin Demi Mengamankan Aset

Ekonomi bitcoin Krisis Ekonomi
Husen Miftahudin • 21 September 2020 22:03
Jakarta: Sejumlah perusahaan terbuka global mulai mencari cara untuk melakukan diversifikasi aset demi mengamankan kekayaannya dari ancaman resesi ekonomi global. Salah satunya dengan membeli aset kripto seperti bitcoin.
 
Salah satunya dilakukan emiten yang listing di bursa saham Amerika Serikat, Microstrategy Inc. Perusahaan tersebut membeli bitcoin dengan total 55.226 BTC senilai USD600 juta atau setara Rp8,82 triliun (kurs Rp14.700 per USD). Aksi korporasi tersebut membuat Microstrategy menjadi perusahaan publik pertama yang menghabiskan banyak uang dalam membeli bitcoin.
 
Perusahaan tersebut melakukan pembelian pertama pada 11 Agustus 2020 untuk 21.454 bitcoin dengan harga keseluruhan USD250 juta. Selang 17 jam kemudian, Microstrategy kembali membeli 16.796 bitcoin dengan total nilai sebesar USD175 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam beberapa kesempatan wawancara, CEO Microstrategy Michael Saylor pada awalnya sempat skeptis dengan kehadiran bitcoin. Tapi pada akhirnya ia menyadari bahwa bitcoin merupakan aset yang tepat untuk mengamankan kekayaan di saat pandemi covid-19. Bahkan dia juga meyakini, bitcoin lebih baik dibandingkan emas.
 
Menanggapi hal ini, CEO Indodax Oscar Darmawan mengakui banyak perusahaan yang melakukan tren diversifikasi aset dengan membeli bitcoin untuk mengamankan kekayaan perusahaan tersebut. Pasalnya, aset kripto tersebut menjadi jenis investasi yang mampu bertahan di tengah pandemi lantaran harganya yang hanya dipengaruhi supply dan demand.
 
"Bitcoin di Eropa maupun benua lain menjadi salah satu favorit aset yang dipegang dalam menyiapkan diri menghadapi resesi. Karena performa bitcoin cenderung stabil dan menguat dalam 10 tahun terakhir," ucap Oscar dalam keterangan tertulisnya, Senin, 21 September 2020.
 
Menurutnya, para pengelola keuangan perusahaan di seluruh dunia mulai berpandangan mengalihkan sebagian aset ke cryptocurrency adalah salah satu langkah strategis. "Sistem ekonomi yang saling terhubung sekarang membuat aset apapun saling terhubung, kecuali emas dan bitcoin. Sehingga menjadikan bitcoin sebagai salah satu aset paling layak dibeli," paparnya.
 
Oscar bilang bitcoin merupakan mata uang yang lebih pintar, lebih kuat, dan lebih cepat bergerak naik dibandingkan emas. "Bitcoin bahkan lebih likuid daripada emas fisik. Kalau sewaktu-waktu kita perlu uang darurat, maka lebih mudah untuk diperjualbelikan," ungkap dia.
 
Akses memiliki bitcoin terbuka untuk siapa saja. Baik itu investor individu yang awam ataupun yang sudah mahir, termasuk juga perusahaan atau korporasi sekalipun.
 
"Di Indonesia sendiri, bitcoin cukup mudah diperjualbelikan melalui bitcoin exchange seperti Indodax dan bisa dibeli oleh siapa saja," tutup Oscar.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif