Ilustrasi. Foto : MI/Susanto.
Ilustrasi. Foto : MI/Susanto.

Penyaluran Pinjaman Modalku Tembus Rp16,08 Triliun

Ekonomi Pinjaman Online
Ilham wibowo • 29 Juli 2020 13:03
Jakarta: PT Mitrausaha Indonesia Grup atau (Modalku) mencatatkan penyaluran pinjaman peer to peer (P2P) lending kepada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mencapai Rp16,08 triliun per Juli 2020. Angka tersebut lebih tinggi dari kinerja kredit Modalku sepanjang 2019 yang hanya Rp11 triliun.
 
"Penyaluran pinjaman lewat Modalku per Juli 2020 sudah Rp16,08 triliun," kata Co-Founder & COO Modalku Iwan Kurniawan dalam sebuah diskusi virtual, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Menurut Iwan pihaknya mengandalkan penilaian selektif kepada peminjam dana yang potensial berkembang bahkan pada saat pandemi covid-19. Permohonan kredit juga dipermudah bagi pelaku UMKM yang berhasil beradaptasi mengelola penjualan secara online.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, potensi layanan digital di Indonesia beberapa waktu terakhir menunjukkan tren yang positif. Pada kondisi physical distancing, kata Iwan, semakin banyak masyarakat yang melakukan aktivitas utamanya melalui platform digital dan transaksi jual beli barang.
 
"Modalku melihat peningkatan penggunaan layanan digital ini harus diimbangi dengan akses pendanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pengusaha online," ungkapnya.
 
Strategi terbaru jangka pendek, lanjut Iwan, pihaknya akan lebih fokus mendukung pengembangan di ruang lingkup industri kesehatan. Ekosistem di sektor tersebut diyakini akan semakin tumbuh selama dan setelah pandemi covid-19.
 
"Fokus Modalku untuk mendukung kebutuhan fasilitas kesehatan, karyawan rumah sakit dan juga vendor alat kesehatan. Setelah pandemi selesai Modalku juga bisa dukung kesehatan di Indonesia," ungkapnya.
 
Perluasan segmen penyaluran kredit Modalku juga dilakukan untuk pelaku UMKM sektor lain yang telah bergabung di platform e-commerce. Tawaran kredit yang diberikan meliputi pinjaman modal untuk meningkatkan stok barang, UMKM yang ingin mencoba peluang usaha baru dan pemasaran online.
 
"2020 masih ada peluang pertumbuhan yang stabil, tentu tidak semua stabil, usaha yang sukses beradaptasi yang akan memang atau survive ke depan," ujarnya.

 

(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif