Data Center. Foto: Unsplash.
Data Center. Foto: Unsplash.

SM+ Akuisisi Lima Data Center Enterprise Milik Princeton Digital Group di Indonesia

Arif Wicaksono • 13 Oktober 2026 10:46
Ringkasnya gini..
  • PT SMPlus Digital Investama (SM+) menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi bisnis data center enterprise milik Princeton Digital Group (PDG) di Indonesia.
  • Dalam transaksi tersebut, SM+ akan mengambil alih lima fasilitas data center yang telah beroperasi di sejumlah wilayah Indonesia. Fasilitas tersebut tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru.
Jakarta: PT SMPlus Digital Investama (SM+) menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi bisnis data center enterprise milik Princeton Digital Group (PDG) di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan infrastruktur digital nasional.

Dalam transaksi tersebut, SM+ akan mengambil alih lima fasilitas data center yang telah beroperasi di sejumlah wilayah Indonesia. Fasilitas tersebut tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru. Akuisisi ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital, seiring pertumbuhan konsumsi data, penggunaan layanan komputasi awan atau cloud, serta percepatan transformasi digital di kalangan perusahaan.
 
Setelah proses akuisisi rampung, SM+ akan mengelola total 31 fasilitas yang tersebar di 25 kota di Indonesia. Penambahan portofolio tersebut diharapkan memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat kapasitas perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

SM+ berencana mengintegrasikan fasilitas yang diakuisisi ke dalam platform infrastruktur digital yang telah dimilikinya. Integrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan membuka peluang ekspansi bisnis ke depan.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk mendukung perkembangan ekonomi digital Indonesia melalui penyediaan infrastruktur yang andal dan mampu menyesuaikan kapasitas dengan kebutuhan pasar.

President Director dan Group CEO SM+ Holdings, Herson Suindah, mengatakan penambahan lima fasilitas tersebut menjadi bagian penting dari upaya perusahaan membangun platform infrastruktur digital dengan jangkauan nasional.

Menurut dia, kehadiran fasilitas di empat kawasan tersebut akan memperluas cakupan operasional SM+ sekaligus meningkatkan kemampuannya dalam melayani pelanggan di berbagai wilayah.

Sementara itu, Princeton Digital Group menyatakan Indonesia tetap menjadi pasar strategis bagi perusahaan sejak pertama kali masuk pada 2019.

Varoon Raghavan, Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder Princeton Digital Group, menjelaskan bahwa fasilitas enterprise yang kini dialihkan kepada SM+ sebelumnya menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memasuki pasar Indonesia sebelum memperluas bisnisnya.

Sejak saat itu, PDG telah mengembangkan portofolio data center hyperscale dengan kapasitas sekitar 400 megawatt (MW) di Indonesia.

Ke depan, PDG akan tetap berfokus pada pengembangan portofolio hyperscale, termasuk kampus data center JC2, JC3, dan JC4. Perusahaan juga tengah menjalankan ekspansi lanjutan untuk memperkuat posisinya di pasar Indonesia.

Transaksi akuisisi ini masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan penutupan yang lazim berlaku dalam transaksi bisnis. UBS AG Singapore Branch bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif bagi SM+ dalam proses akuisisi tersebut.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan