Transaksi Digital. Foto : Medcom.
Transaksi Digital. Foto : Medcom.

Pemanfaatan Transaksi Digital Kian Melonjak Berkat Pandemi

Ekonomi Bank Indonesia industri digital pandemi covid-19
Husen Miftahudin • 26 November 2020 19:18
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengakui kehadiran pandemi covid-19 tidak sepenuhnya memberikan dampak negatif bagi perekonomian RI. Pembatasan aktivitas sosial dan mobilitas yang diterapkan pemerintah justru menimbulkan berkah bagi perkembangan digital di Indonesia, utamanya penerapan transaksi digital oleh masyarakat.
 
"Pandemi ini justru mendorong perekonomian kita. Semua menjadi optimis dan bisa membantu untuk mengembangkan aktivitas ekonomi Indonesia," ucap Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono dalam kegiatan Festival Edukasi Bank Indonesia (FESKABI) secara virtual di Jakarta, Kamis, 26 November 2020.
 
Doni mengungkapkan melonjaknya pemanfaatan digital terhadap aktivitas masyarakat memunculkan kebiasaan baru (new normal) sebagai respons untuk menjaga protokol kesehatan di tengah pembatasan aktivitas fisik dan sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di waktu yang bersamaan, mendorong kita yang pada akhirnya memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan berbagai transaksi, termasuk dalam kegiatan sosial," paparnya.
 
Doni bilang hal ini merupakan berkah di tengah pandemi. Di samping adanya keprihatinan, pandemi ternyata juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan teknologi digital.
 
"Perkembangan digital ini semakin memudahkan banyak generasi milenial untuk melakukan inovasi. Justru di sini menemukan solusi dari berbagai macam permasalahan yang dihadapi Indonesia," jelas dia.
 
Dalam rangka hal tersebut, Bank Indonesia sebagai regulator juga terus mendorong digitalisasi termasuk sistem pembayaran. Langkah itu dilakukan guna menciptakan kemudahan.
 
"Jadi kami akhirnya menciptakan sebuah transaksi yang kita buat cepat, mudah, murah, dan aman, namanya Cemumuah. Itu yang kita kenal sebagai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)," kata Doni.
 
Doni menegaskan, pemindaian kode respons cepat yang digagas bank sentral ini bermanfaat bagi masyarakat di masa pandemi. Sebab dengan adanya QRIS ini tidak lagi memerlukan kehadiran fisik.
 
Selain itu, kehadiran QRIS juga bisa mendorong kegiatan sociopreneur yang bergerak di bidang donasi. Hal ini mengakibatkan perkembangan digital semakin pesat dan melahirkan terobosan bagi sociopreneur untuk menciptakan crowdfunding atau donasi.
 
"Contohnya seperti kitabisa.com yang merupakan salah satu lembaga donasi yang sudah memanfaatkan QRIS dan cukup sukses mempertemukan penerima manfaat dan donatur untuk saling terkoneksi kapanpun dan dimanapun," pungkas Doni.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif