Produk ini resmi diluncurkan Tokocrypto setelah sebelumnya diperkenalkan lewat soft launch pada 23 Juni 2026. Melalui fitur tersebut, investor Indonesia bisa mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga saham perusahaan global seperti Nvidia, Tesla, Micron, SanDisk, Circle, hingga SpaceX melalui teknologi blockchain.
Emang Tokenized Stocks Itu Apa?
Singkatnya, tokenized stocks adalah versi digital dari aset saham yang dibuat di atas jaringan blockchain. Jadi, kamu bukan membeli saham aslinya, melainkan token yang dirancang mengikuti pergerakan harga saham tersebut. Karena berbasis blockchain, aset ini bisa diperdagangkan hampir 24 jam, berbeda dengan bursa saham yang memiliki jam perdagangan terbatas.
Selain itu, token juga bisa dibagi ke dalam unit yang lebih kecil sehingga akses investasi menjadi lebih fleksibel.
Kenapa Lagi Ramai?
Tren tokenisasi aset memang sedang naik daun secara global. Laporan Citi Institute bertajuk Tokenization 2030: Wall Street On-Chain memperkirakan nilai pasar tokenized stocks yang saat ini sekitar USD17 miliar berpotensi melonjak hingga mencapai US$5,5 triliun pada 2030.Sementara itu, World Economic Forum (WEF) menilai teknologi tokenisasi mampu membuat transaksi aset keuangan menjadi lebih efisien, transparan, sekaligus memperluas akses investasi.
Bisa Investasi Nvidia dan SpaceX?
Saat ini Tokocrypto menyediakan enam token yang mengikuti harga saham perusahaan global, yakni Nvidia (NVDAB), Tesla (TSLAB), SpaceX (SPCXB), Micron (MUB), SanDisk (SNDKB) dan Circle (CRCLB).
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan tokenized stocks menjadi langkah baru dalam perkembangan aset digital karena blockchain kini tidak hanya digunakan untuk aset kripto, tetapi juga menghadirkan eksposur terhadap aset dunia nyata, termasuk saham perusahaan global.
"Melalui teknologi ini kami ingin membuka akses bagi investor Indonesia agar lebih mudah mendapatkan eksposur terhadap saham-saham global yang selama ini relatif sulit dijangkau melalui jalur konvensional," ujar Calvin.
Menurut Tokocrypto, produk ini menggunakan sistem 1:1 Proof-of-Collateral yang dapat diverifikasi secara on-chain. Artinya, jumlah token yang beredar didukung oleh aset jaminan yang dapat diperiksa melalui blockchain sehingga pengguna memiliki transparansi lebih terhadap aset digital yang diperdagangkan.
Meski namanya tokenized stocks, produk ini bukan berarti kamu menjadi pemegang saham perusahaan tersebut. Artinya, kamu tidak memperoleh hak suara dalam RUPS, tidak menerima dividen, dan token tersebut tidak bisa ditukar menjadi saham asli, kecuali jika memang diatur secara khusus dalam ketentuan produknya.
Selain itu, walaupun bisa diperdagangkan di luar jam bursa saham, harga dan likuiditas token bisa berubah, terutama ketika pasar saham acuan sedang tutup.
Di Indonesia sendiri, perkembangan tokenisasi aset juga mulai mendapat perhatian regulator. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026–2031 yang memasukkan tokenisasi aset sebagai salah satu fokus pengembangannya.
Dengan tren yang terus berkembang, tokenized stocks diprediksi menjadi salah satu pintu baru bagi investor yang ingin mengakses pasar global tanpa harus melalui mekanisme investasi saham luar negeri secara langsung.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda