Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Memasuki Masa Endemi, Ekonomi Digital Dinilai Semakin Kuat

Juven Martua Sitompul • 08 September 2022 22:15
Jakarta: Pandemi membuat masyarakat beradaptasi lebih dengan teknologi, khususnya dalam digitalisasi di berbagai bidang, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ekonomi digital diprediksi terus melanjutkan kesuksesannya meski pandemi perlahan berubah jadi endemi dan masyarakat kembali beraktivitas di luar ruangan.
 
"Ke depan ekonomi digital terus memiliki prospek. Pandemi ini sudah merubah tatanan ekonomi, alokasi sumber daya. Dengan populasi kita yang besar, ada pangsa pasar. Kemudian, ke depan generasi muda dan angkatan kerja produktif juga terus meningkat, mereka-mereka ini anak-anak gen Z Alpha dan seterusnya memiliki kemampuan yang luar biasa dan kreatif, dan teknologi kian meningkat," kata Kepala Center of Digital Economy and SMEs Indef, Eisha M Rachbini, kepada wartawan, Jakarta, pada Kamis, 8 September 2022.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan untuk menjawab tantangan dan kebutuhan ke depan, Indonesia perlu talenta muda yang melek teknologi. Anak-anak muda sekarang diharap bersemangat menguasai berbagai bidang dalam dunia digital.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Umum Partai Golkar itu juga menyebut pemerintah telah memberikan berbagai dukungan untuk UMKM pada 2022. Seperti Subsidi Bunga KUR, Penjaminan Kredit Modal Kerja, PPh Final tarif 0 persen UMKM, dan perpanjangan restrukturisasi kredit.
 
Dalam laporan Digital Economy SEA, digital ekonomi Indonesia adalah yang terbesar di ASEAN dengan potensi nilai sebesar 146 miliar dolar pada 2025. UMKM juga menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia karena mampu berkontribusi terhadap PDB mencapai 61 persen dan menyerap tenaga kerja hingga mencapai 97 persen.
 
Namun, di tengah gegap gempita digitalisasi, masih banyak UMKM yang tidak bisa menggunakan teknologi. Diperlukan sinergi pemerintah maupun swasta melakukan literasi digital.  
 
"Saya rasa meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia terus diupayakan baik dari pihak pemerintah, maupun swasta. Misalnya, pemerintah, pemangku kebijakannya Kominfo, punya literasi digital.id. pihak swasta pun seperti e-commerce juga memiliki program-program yang ditujukan kepada counterpart-nya," kata Eisha.
 

Baca: Digitalisasi Berkembang Pesat, EDGE Bangun Pusat Data Berkapasitas 23 MW


Menurut dia, digitalisasi ini adalah suatu fenomena yang tidak dapat dihindarkan. Agar tidak terjadi ketimpangan yang besar, stakeholder perlu mengikutsertakan pelaku UMKM  yang saat ini dalam kondisi literasi digitalnya rendah, keterbatasan, seperti infrastruktur digital tidak memadai, kemampuan dan skill terhadap teknologi rendah, maupun akses terhadap teknologi digital rendah karena tidak ada modal.

Pendampingan

Sementara itu, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengungkapkan perkembangan digitalisasi UKKM banyak didorong oleh demand dan supply di luar kebijakan pemerintah. Berdasarkan hasil survei CORE, sebanyak 70 persen pelaku UMKM mengalami kenaikan pendapatan rata-rata 30 persen dengan tergabung dalam ekosistem digital.
 
"Artinya, itu selama pandemi memang kalau dilihat dari penjualan dibandingkan dengan belum pandemi tetap turun tapi setidaknya dengan masuk dalam platform e-commerce dan e-payment, dia bisa terbantu tidak turun tajam , tidak sampai bangkrut. Manfaatnya di situ," kata Faisal.
 
Menurut dia, pemerintah patut mengoptimalkan pendampingan menyeluruh untuk bisa mengakselerasi digitalisasi UMKM. Hal itu perlu dilakukan untuk mendorong akselerasi adopsi teknologi digital agar UMKM tetap produktif dan dapat beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.
 
"Jadi ini harus utuh. Karena hanya dengan pendampingan yang terintegrasi dan utuh dari hulu sampai hilir, awal hingga akhir, ini yang bisa membuat pelaku usaha kecil dan mikro bisa betul-betul cepat berkembang dan bisa memanfaatkan platform digital untuk kemajuan usaha mereka," kata dia.
 
Dia mengatakan tanpa adanya bimbingan utuh, pelaku usaha kecil dan mikro memang bisa terbantu dengan bergabung sistem pembayaran digital namun tidak terlalu maksimal. Belum lagi mereka yang masih gagap digital. Pemerintah dinilai patut telaten dalam pendampingan UKKM.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif