Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Transaksi Melonjak, Bukalapak Imbau Kewaspadaan Bertransaksi

Ekonomi belanja online bukalapak
Annisa ayu artanti • 20 Mei 2020 10:49
Jakarta: Platform belanja online Indonesia, Bukalapak mengimbau pengguna meningkatkan kewaspadaan dalam bertransaksi. Pasalnya, antusiasme masyarakat terhadap belanja online selama momentum Ramadan ini dibayangi dengan ancaman penipuan atau phising, serta kejahatan siber oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab.
 
Berdasarkan studi dari tim Cybersecurity PricewaterhouseCoopers (PwC) menyatakan upaya phishing yang dilakukan oleh peretas naik hingga tiga kali lipat di masa pandemi dengan memanfaatkan rasa cemas pengguna sekaligus fokus kegiatan mereka di rumah menggunakan infrastruktur online yang rentan terhadap ancaman.
 
CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengimbau agar pembeli dapat lebih bijak dan waspada dalam melakukan transaksi online, mulai dari proses mencari barang yang diinginkan, berkomunikasi dengan pelapak, hingga proses pembayaran.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengguna bisa mulai dengan memperhatikan kredibilitas pelapak berdasarkan jumlah transaksi, rating, dan feedback yang di dapat. Jika melanjutkan ke proses transaksi, harap menngikuti prosedur dalam sistem Bukalapak," kara Rachmat dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 20 Mei 2020.
 
Selain itu, Rachmat juga menyampaikan kepada para pengguna untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab, pelaku penipuan dapat mencuri akses ke akun pengguna dengan mengirimkan link menuju situs yang menyerupai situs resmi sebuah perusahaan. Di situs tersebut biasanya diminta untuk melakukan login sehingga kredensial bisa langsung terbaca.
 
"Jangan pernah membagikan data pribadi seperti username, password, serta kode OTP ke siapapun, baik pelapak maupun pihak yang mengaku sebagai perwakilan Bukalapak." ujarnya.
 
Di sisi lain, Rachmat menuturkan, menjelang lebaran Bukalapak mencatat kenaikan transaksi hingga double digit jika dibandingnkan dengan momen yang sama tahun sebelumnya.
 
Menurut Rachmat meningkatknya tren transaksi ini dipicu oleh semakin nyamannya masyrarakat melakukan pola hidup new normal di masa pandemi covid-19, salah satunya dengan menjadikan belanja online sebagai salah satu pilihan utama memenuhi kebutuhan sehari-hari.
 
Rachmat pun menyebut kenaikan tercatat untuk transaksi di kategori perlengkapan ibadah, fesyen pria, fesyen wanita dan anak, bahan makanan.
 
"Minat beli masyarakat terhadap perlengkapan rumah tangga dan barang barang hobi juga tercatat mengalami peningkatan sejak diberlakukannya imbauan belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah," tukasnya.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif