Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Pandu Sjahrir. Foto: Istimewa.
Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Pandu Sjahrir. Foto: Istimewa.

Konsep Universal Banking Bisa Ubah Lanskap Keuangan Digital Indonesia

Arif Wicaksono • 22 Juni 2026 16:00
Ringkasnya gini..
  • Rencana penerapan konsep universal banking yang diperkenalkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai berpotensi mengubah wajah industri jasa keuangan nasional..
  • Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Pandu Sjahrir mengatakan konsep tersebut menandai perubahan besar dalam perkembangan industri keuangan.
Jakarta: Rencana penerapan konsep universal banking yang diperkenalkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai berpotensi mengubah wajah industri jasa keuangan nasional. Skema yang mendorong integrasi layanan keuangan ini dipandang dapat menciptakan ekosistem yang lebih efisien sekaligus memperkuat daya saing industri keuangan Indonesia di tengah percepatan digitalisasi.
 
Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Pandu Sjahrir mengatakan konsep tersebut menandai perubahan besar dalam perkembangan industri keuangan, khususnya pada sektor layanan keuangan digital yang selama beberapa tahun terakhir tumbuh pesat.
 
Baca juga:  OJK Siapkan National Fraud Portal untuk Perang Lawan Maraknya Penipuan Digital     

Menurut dia, arah pengembangan industri kini tidak lagi hanya berfokus pada ekspansi bisnis dan akuisisi pengguna, melainkan mulai bergeser menuju penguatan keberlanjutan, integrasi layanan, dan kolaborasi yang lebih erat antara perbankan, fintech, serta pelaku jasa keuangan lainnya.
 
"Konsep universal banking membuka peluang terciptanya ekosistem keuangan yang lebih terhubung. Namun pada saat yang sama, industri juga perlu memperkuat tata kelola, manajemen risiko, keamanan siber, serta perlindungan data dan konsumen," ujar Pandu dalam keterangannya, Senin, 22 Juni 2026.

Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan perannya dalam industri keuangan digital global. Selama ini Indonesia dikenal sebagai salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara, tetapi ke depan industri domestik dinilai berpotensi menjadi pembentuk standar (rule shaper) di tingkat regional.
 
Menurut Pandu, peluang tersebut terbuka karena ekosistem keuangan digital Indonesia telah berkembang pesat dalam berbagai segmen, mulai dari pembayaran digital, pendanaan berbasis teknologi, hingga layanan investasi. "Indonesia tidak hanya berpotensi menjadi pasar yang besar, tetapi juga dapat ikut menentukan arah perkembangan inovasi dan teknologi keuangan di kawasan," katanya.
 
Sejalan dengan perubahan tersebut, AFTECH akan menggelar Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026 sebagai forum diskusi strategis bagi pelaku industri, regulator, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
 
Mengusung tema Beyond Banking: Redesigning Finance for Wellbeing and Growth in the Real Economy, ajang tersebut dirancang untuk membahas arah transformasi sektor jasa keuangan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.
 
Lebih dari 300 pemimpin industri dari sektor perbankan, fintech, sektor riil, hingga mitra internasional dijadwalkan hadir dalam forum yang akan berlangsung pada 7 Juli 2026 di Hotel Raffles Jakarta.
 
Pandu menjelaskan, terdapat empat isu utama yang akan menjadi fokus pembahasan dalam IDBS 2026. Pertama, transformasi arsitektur sektor jasa keuangan menuju model yang lebih terintegrasi antara perbankan dan fintech. Kedua, pergeseran fokus industri dari sekadar memperluas akses keuangan menuju peningkatan kesejahteraan finansial masyarakat.
 
Ketiga, peningkatan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berdampak langsung pada sektor riil. Sementara yang keempat adalah penguatan infrastruktur digital sebagai fondasi bagi sistem keuangan masa depan. Menurutnya, transformasi tersebut menjadi penting karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan saat ini semakin kompleks dan menuntut pengalaman yang lebih terintegrasi.
 
"Ke depan, sektor jasa keuangan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan transaksi, tetapi juga harus mampu mendukung produktivitas ekonomi dan membantu masyarakat mencapai kesejahteraan finansial yang lebih baik," ujarnya.
 
AFTECH berharap forum IDBS 2026 dapat menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku industri sekaligus menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang mendukung pembangunan ekosistem keuangan digital yang lebih sehat, inovatif, dan berkelanjutan.
 
Dengan semakin kuatnya integrasi antara perbankan dan teknologi finansial, industri keuangan Indonesia diperkirakan memasuki fase baru yang lebih terkoneksi, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai bagi masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan