Ilustrasi. Foto: Ant/Aprillio Akbar
Ilustrasi. Foto: Ant/Aprillio Akbar

Tokopedia hingga Shopee Minta Penimbun Masker Ditindak

Ekonomi masker Virus Korona ecommerce
Annisa ayu artanti • 10 Maret 2020 14:40
Jakarta: Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan platform e-commerce Tanah Air mendukung penindakan tegas oleh penegak hukum kepada penjual atau seller penimbun masker.
 
Hal itu disampaikan Ketua Umum idEA Ignatius Untung setelah diumumkannya pasien-pasien yang terjangkit virus korona covid-19.
 
Ia tidak menampik saat ini banyak penjual di market place atau e-commerce yang 'aji mumpung' saat musibah ini melanda. Meraka telah bermain dan mengambil keuntungan besar di tengah kepanikan masyarakat terhadap penyakit yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Asosiasi dan member sepakat untuk mendukung penindakan terhadap seller nakal yang mengambil keuntungan di balik mulai masuknya penyakit korona di Indonesia," kata Untung dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 10 Maret 2020.
 
Tak hanya ketua umum idEA, Untung melanjutkan, sikap yang sama juga dilakukan para perusahaan pemilik platform e- commerce Tanah Air. Mereka menyerahkan kepada penegak hukum oknum-oknum yang menimbun dan menjual masker dengan harga tinggi.
 
"Pemain besar seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, JD.ID, Lazada, dan juga Blibli sudah menegaskan komitmennya. Mereka juga mendukung pihak berwajib menindak para seller yang mungkin juga ada di platform mereka,” ujarnya.
 
Ignatius mengimbau para penjual tak lagi mengambil keuntungan berlebihan di saat masyarakat justru membutuhkan kepedulian agar penyakit ini bisa ditangani dengan cepat tanpa harus meluas seperti di Tiongkok.
 
"Berdagang memang untuk mencari keuntungan, tapi tidak meluasnya penyakit korona di Indonesia tentu akan lebih baik bagi semua orang, dan nantinya bisa tetap mencari keuntungan setelah semua berlalu," tukas dia.
 
Sebelumnya, pemerintah mengumumkan lonjakan jumlah pasien positif virus Korona di wilayah Indonesia. Dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Senin, 9 Maret 2020, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Korona Achmad Yurianto mengatakan saat ini ada 19 pasien yang positif virus korona.
 
Dari 19 kasus, dua pasien di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA). Sebagian besar pasien baru tersebut merupakan pasien tertular virus covid korona di luar negeri.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif