Transaksi digital. Foto : Medcom.id.
Transaksi digital. Foto : Medcom.id.

BI: Pembayaran Digital Naik 65% Selama Pandemi

Ekonomi Bank Indonesia Ekonomi Digital ecommerce
Husen Miftahudin • 07 Juli 2020 05:00
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan pandemi covid-19 mengakselerasi adopsi digital di Indonesia, utamanya pembayaran digital (digital payment) dalam setiap transaksi. Selama pandemi, pembayaran digital mampu tumbuh subur dengan capaian kenaikan sebesar 65 persen.
 
"Fondasi digital masyarakat Indonesia menjadi potensi besar untuk terus mendorong digitalisasi. Shifting (perubahan) perilaku terlihat sudah terjadi, khususnya terkait penggunaan digital payment," kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta dalam diskusi webinar Kafegama, Senin, 6 Juli 2020.
 
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat terhadap pola transaksi terjadi lantaran adanya pengalaman konsumen (customer experience) atas pembayaran digital. Kondisi itu membuat masyarakat menjadi biasa (customer behaviour) dalam penggunaan transaksi nontunai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak ayal memang perkembangan teknologi digital akan membuka peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai new growth engine di tengah ekonomi global dan domestik yang terkontraksi. "Ini merupakan modal untuk digitalisasi ke depan," tuturnya.
 
Atas hal tersebut, Filianingsih membeberkan catatan positif pertumbuhan pembayaran digital selama pandemi covid-19. Di antaranya, penjualan di e-commerce naik 26 persen dari rata-rata penjualan bulanan pada kuartal II-2019. Nilai penjualan yang dibukukan industri e-commerce pun mencapai USD2,4 miliar atau setara Rp34,56 triliun (kurs Rp14.400 per USD).
 
Transaksi harian di e-commerce pada April 2020 juga tercatat naik menjadi 4,8 juta transaksi, dari 3,1 juta transaksi rata-rata pada kuartal II-2019. Konsumen baru meningkat 51 persen, dan permintaan volume melonjak lima hingga 10 kali saat pandemi.
 
"Konsumen baru dan penjual meningkat, jadi ada permintaan yang meningkat. Jadi di sini kita lihat dua belah pihak, dari sisi supply dan demand ada peningkatan," jelas dia.
 
Filianingsih menilai perubahan pola perilaku masyarakat terhadap pembayaran digital sejalan dengan semakin tingginya akses internet masyarakat Indonesia yang mencapai 180 juta pengguna. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara keempat di dunia sebagai pengguna internet terbanyak.
 
Tak hanya itu, pengguna aktif internet di Indonesia juga mencapai 80 persen. Kemudian sebanyak 58 persen merupakan pengguna layanan daring (online), dan 36 persen pengguna aktif berbelanja daring (e-commerce).
 
"Perilaku spending-nya juga sudah berbeda, e-tailing atau e-retailing dan juga e-groceries ini meningkat 69 persen. Kemudian e-health naik 41 persen dan digital payment juga meningkat 65 persen," tutup Filianingsih.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif