PSBB dan Ramadan kerek penggunaan uang digital. Foto: Medcom.id
PSBB dan Ramadan kerek penggunaan uang digital. Foto: Medcom.id

PSBB dan Ramadan Kerek Penggunaan Uang Digital

Ekonomi ekonomi digital ovo
Annisa ayu artanti • 18 Juni 2020 21:01
Jakarta: Platform pembayaran digital OVO mencatat semakin banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan uang digital sebagai sistem pembayarannya sehari-hari. Terlebih pada saat bulan Ramadan dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19).
 
Head of PR OVO Sinta Setyaningsih mengatakan masyarakat kebanyakan menggunakan uang digital untuk melakukan pembayaran belanja kebutuhan sehari-hari pada platform e-commerce, pembelian pulsa, pembelian makanan melalui Grabfood, serta berbagi THR secara digital.
 
"Tingginya penggunaan dan kebutuhan pengguna atas layanan kami menjadi dorongan bagi OVO untuk senantiasa berinovasi dan memperkuat layanan dalam melayani segala kebutuhan finansial mereka," kata Sinta dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 18 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama bulan suci Ramadan, Sinta menuturkan masyarakat banyak menghabiskan waktu untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga dan kerabat terdekatnya. Hal ini terlihat dari jumlah pulsa yang dibeli oleh seluruh pengguna OVO dapat digunakan untuk menelepon kolega dan kerabat yang tercatat selama 22 juta jam atau 2.552 tahun.
 
Kemudian, OVO juga mencatat keperluan transfer seperti untuk pengiriman THR juga tinggi. Sinta mengungkapkan kegiatan transaksi transfer THR tersebut jika dihitung berdasarkan waktu transaksi membutuhkan waktu selama lebih dari 3.800 hari untuk menyelesaikan seluruh transaksi transfer pengguna apabila transaksi tersebut dilakukan di satu ATM.
 
Lalu OVO juga mencatat pembayaran uang digital untuk pembelian makanan secara online juga meningkat. Hal ini dapat terlihat dari jarak yang ditempuh oleh pengemudi GrabFood untuk mengantar seluruh pesanan makanan kepada pengguna OVO setara dengan 3.000 kali perjalanan pulang-pergi Jakarta-Mekkah.
 
"Berbelanja di bulan Ramadan juga tidak lepas dari kebiasaan masyarakat. Jika jumlah transaksi e-commerce digunakan untuk membeli kue kering Ramadan, toples kue tersebut jika disejajarkan bisa menjangkau dari Sabang hingga Merauke dan kembali lagi," ungkap Sinta.
 
Nilai transaksi OVO selama Ramadan setara dengan 10 ketupat untuk seluruh masyarakat Indonesia yang jumlahnya 270 juta. Hal ini juga berdampak pada nilai top-up OVO Cash yang di mana jumlahnya dapat digunakan untuk membeli keperluan sembako untuk semua penduduk di 13 kota besar di Indonesia. Usai Ramadan dan Idulfitri, OVO mengajak pengguna untuk tetap menggunakan pola bertransaksi digital yang cashless.
 
"Kami berharap pengguna secara proaktif memilih menggunakan layanan keuangan digital untuk bertransaksi kebutuhan sehari-hari untuk bersama-sama membantu pemerintah memutus rantai penyebaran covid-19," tukas Sinta.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif