Sepanjang tahun lalu, Lark berhasil menjalin kerja sama dengan sejumlah korporasi besar, salah satunya grup Matahari Putra Prima (MPPA). Selain MPPA, Lark juga tengah bekerja sama secara intensif dengan perusahaan besar lainnya yang rencananya akan diumumkan dalam waktu dekat.
| Baca juga: 5 Tren Masa Depan Dorong Perubahan Arsitektur AI di Indonesia |
“Kami berhasil menembus sejumlah perusahaan besar di Indonesia, dan akan ada pengumuman lanjutan dalam waktu dekat,” ujar General Manager APAC Lark Mark Dembitz dalam keteranganya.
Dalam mendorong adopsi di Indonesia, Lark menempatkan perusahaan-perusahaan besar dan inovatif sebagai pintu masuk utama. Strategi ini diyakini dapat mempercepat adopsi di segmen perusahaan lain.
“Ketika kami sudah dipercaya oleh perusahaan dengan ‘big logos’ seperti MPPA hal ini memudahkan kami untuk memperluas penggunaan Lark ke perusahaan besar lainnya hingga segmen perusahaan menengah,” jelasnya.
Sektor yang menjadi sasaran utama antara lain makanan dan minuman (F&B), ritel, serta barang konsumsi. Meski begitu, Lark menegaskan tidak membatasi diri hanya pada sektor-sektor tersebut. Perusahaan tetap membuka peluang bagi industri lain yang ingin mentransformasi cara kerja dan meningkatkan produktivitas.
Salah satu keunggulan utama Lark dibandingkan platform digital lain adalah konsep all-in-one platform. Berbeda dengan banyak aplikasi yang hanya fokus pada satu fungsi, seperti komunikasi, video konferensi, atau manajemen proyek, Lark mengintegrasikan seluruh fungsi tersebut dalam satu platform terpadu.
“Dengan pendekatan all-in-one, efisiensi kerja dapat meningkat karena semua kebutuhan kolaborasi dan produktivitas berada dalam satu ekosistem,” kata dia.
Terkait skala pengguna, Lark menegaskan platformnya dapat digunakan oleh berbagai ukuran perusahaan mulai dari perusahaan kecil dengan belasan karyawan hingga korporasi besar dengan puluhan ribu pegawai.
Dengan strategi menyasar perusahaan besar sekaligus membuka akses bagi perusahaan menengah dan kecil, Lark optimistis dapat memperluas adopsi platform kolaborasi terintegrasi di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Sebagai platform kolaborasi terpadu, Lark hadir untuk mendefinisikan ulang efisiensi kerja di suatu perusahaan. Dengan sistem yang mobile-native dan chat-centric, Lark membantu tim bekerja tanpa harus terus berpindah aplikasi (context switching).
Di Lark, chat berfungsi sebagai pusat kerja (work hub), bukan sekadar forum untuk mengobrol. Pesan dapat langsung diubah menjadi tugas, dokumen, atau persetujuan di dalam percakapan yang sama. Dengan demikian, keputusan tetap terhubung langsung dengan eksekusi. Pendekatan ini mempersingkat siklus pengambilan keputusan dan mengurangi risiko miskomunikasi di dalam tim.
Untuk memastikan tim memiliki konteks menyeluruh dari percakapan, dokumen, maupun pengambilan keputusan yang sedang berlangsung, Lark menyediakan fitur Messenger, Video Meeting, dan Email dalam satu aplikasi.
"Hal ini memungkinkan tim melakukan diskusi, rapat virtual, hingga pengelolaan pesan tanpa harus berpindah platform. Integrasi ini juga memastikan sumber informasi tetap berada di satu tempat yang dapat diakses kapan saja, baik dari desktop maupun perangkat mobile," jelas Mark.
Melalui Lark Docs, Sheets, Slides, dan Wiki, semua orang dapat bekerja di dokumen yang sama dengan konteks yang sama. Setiap perubahan diperbarui secara real-time dan langsung terlihat oleh seluruh tim.
Komentar, revisi, dan penugasan terhubung langsung dengan isi dokumen, sehingga kolaborasi berjalan lebih cepat dan risiko miskomunikasi dapat ditekan. Pendekatan ini memastikan keputusan diambil berdasarkan informasi yang konsisten, bukan dari versi dokumen yang berbeda-beda.
Salah satu tantangan terbesar dalam organisasi berskala besar adalah kurangnya visibilitas terhadap progres kerja. Melalui fitur Lark Tasks dan Lark Base, Lark menghadirkan visibilitas eksekusi langsung dari aktivitas kerja sehari-hari.Kepemilikan tugas, status progres, hingga kendala yang muncul dapat dilihat secara real-time dan terhubung langsung dengan percakapan serta dokumen terkait. Dengan cara ini, pimpinan memperoleh gambaran menyeluruh tanpa perlu berpindah aplikasi atau meminta laporan manual secara terus-menerus.
Membangun Alur Kerja
Banyak perusahaan ingin mengotomatisasi proses internal, tetapi terhambat oleh kebutuhan pengembangan teknis yang kompleks. Lark menyediakan fitur Approval dan Workflow Automation yang memungkinkan tim membangun alur kerja, mulai dari cuti, reimbursement, hingga persetujuan anggaran, tanpa coding dan tanpa integrasi tambahan.Hasilnya, proses operasional berjalan lebih cepat, terdokumentasi, dan konsisten, tanpa ketergantungan pada pengembangan sistem kustom yang mahal dan memakan waktu.
Efisiensi biaya kerap luput dari pembahasan transformasi digital. Lark membuat perusahaan tidak perlu lagi berlangganan berbagai aplikasi untuk menunjang kebutuhan operasional sehari-hari.
Penyatuan berbagai perangkat ini menekan biaya perangkat lunak, mempermudah adaptasi karyawan baru, serta meringankan pengelolaan sistem bagi tim TI.
Lark membantu perusahaan menyederhanakan alur kerja, mempercepat kolaborasi tanpa kehilangan konteks, serta tetap adaptif seiring berkembangnya kebutuhan bisnis. Lark tersedia secara gratis, dengan berbagai fitur yang dapat dicoba langsung. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Lark, kunjungi situs resmi Lark.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News