Ekonomi Digital. Foto: Medcom.id.
Ekonomi Digital. Foto: Medcom.id.

Guru-Guru Ini Bikin Ekonomi Digital Makin Ngebut Pakai AI

Arif Wicaksono • 11 Mei 2026 19:09
Jakarta: Di tengah percepatan transformasi ekonomi digital, sektor pendidikan kini memegang peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja masa depan yang memiliki literasi AI dan keterampilan digital. 
 
Kebutuhan ini semakin mendesak seiring meningkatnya adopsi teknologi di dunia kerja, mulai dari otomasi, data, hingga AI generatif yang mengubah struktur produktivitas di berbagai industri.
 
Baca juga:   CapCut Perkuat Ekosistem Kreator, Dorong Industri Kreatif Digital Indonesia Makin Tumbuh       

Menjawab tantangan tersebut, Biji-biji Initiative bersama ekosistem pengembangan talenta Mereka, sebagai partner strategis Microsoft melalui Microsoft Indonesia, menghadirkan program Microsoft Elevate: AI for Educators.
 
 Inisiatif ini berfokus pada peningkatan kompetensi guru agar mampu menjadi penggerak awal ekosistem ekonomi digital melalui pendidikan berbasis AI. Program yang telah berjalan sejak Oktober 2025 ini terbuka bagi seluruh guru di Indonesia tanpa biaya maupun prasyarat teknis. 

Melalui modul AI for Educators dari Microsoft, para peserta dibekali keterampilan 21st Century Learning Design, termasuk pemanfaatan AI dalam pembelajaran, serta peluang memperoleh sertifikasi Microsoft Certified Educator sebagai bagian dari penguatan digital skills economy.
Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, menyampaikan penguatan kompetensi AI bagi guru merupakan investasi jangka panjang bagi daya saing ekonomi Indonesia.
 
Dia menyampaikan melalui Microsoft Elevate: AI for Educators ingin memastikan bahwa para pendidik di Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan AI secara kritis dan kreatif dalam proses pembelajaran.
 
“Kami percaya bahwa guru memiliki peran kunci dalam membentuk generasi masa depan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.” jelas dia dalam keteranganya. 
 
Program ini dirancang dengan pendekatan LEAPS, yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran, tetapi juga pada transfer pengetahuan dan dampak ekonomi jangka panjang
Model ini secara tidak langsung mendorong terbentuknya digital multiplier effect, di mana satu guru dapat memengaruhi ekosistem siswa dan komunitasnya dalam membangun keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
 
Sebagai puncak program, AI Educator Summit digelar pada 4 Mei 2026 di kantor pusat Microsoft Indonesia di Jakarta. Acara ini menjadi bentuk apresiasi nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Microsoft kepada guru yang telah menjadi pionir adopsi AI di ruang kelas.
 
Sebanyak 20 AI Educator Champion dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Papua Barat Daya, berpartisipasi dalam agenda ini. Selain menerima penghargaan, mereka juga memamerkan prototipe Copilot Agent sebagai bentuk implementasi AI dalam pembelajaran yang berorientasi pada efisiensi dan produktivitas pendidikan.
 
Group CEO Biji-biji Initiative, Rashvin Pal Singh, menekankan pendekatan ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal peningkatan nilai ekonomi tenaga pendidik.
 
“Sebagai mitra strategis, kami melihat penguatan kompetensi AI bagi guru harus dilakukan secara kontekstual dan relevan dengan kebutuhan di lapangan. Melalui pendekatan pembelajaran yang kolaboratif dan berbasis praktik nyata, program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teknologi, tetapi juga mendorong para guru untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.” tegas dia. 
 
Senada, Staf Khusus Wakil Presiden RI, Achmad Adhitya menilai program ini sebagai contoh nyata integrasi antara pendidikan dan agenda transformasi ekonomi nasional.
 
“Kami mengapresiasi kolaborasi antara Biji-biji Initiative, Mereka, dan Microsoft Indonesia dalam menghadirkan program yang berdampak langsung pada peningkatan kompetensi guru. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dapat mempercepat kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi era digital, khususnya dalam pemanfaatan AI secara bijak dan bertanggung jawab.” tegas dia. 
 
Transformasi ini menunjukkan pergeseran penting: guru tidak lagi hanya menjadi penyampai ilmu, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital, mulai dari literasi AI, peningkatan produktivitas, hingga penciptaan ekosistem keterampilan masa depan.
 
AI Educator Summit diharapkan menjadi titik awal penguatan human capital Indonesia dalam ekonomi digital, di mana pendidikan menjadi fondasi utama untuk menghasilkan tenaga kerja yang adaptif, produktif, dan siap bersaing di era AI.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan