Salah satu edutech Ruang Guru. Foto : Ruangguru.
Salah satu edutech Ruang Guru. Foto : Ruangguru.

PSBB Jilid II Buka Peluang Bisnis Edutech

Ekonomi industri digital virus corona PSBB
Arif Wicaksono • 23 September 2020 13:15
Jakarta: Penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat atas keputusan Gubernur DKI Jakarta sebagai bentuk rem darurat penyebaran virus covid-19, memberikan efek pada beberapa perusahaan rintisan atau startup, tak terkecuali sektor educational technology (edutech) atau teknologi pendidikan. Bertolak belakang dengan sektor travel yang mengalami penurunan, sektor edutech dinilai justru memiliki peluang menjanjikan.
 
Upaya yang dijalankan dalam penekanan penyebaran virus covid-19 telah membuat lebih dari 530 ribu sekolah di Indonesia ditutup atau diberhentikan sementara aktivitasnya. Teknologi informasi dan komunikasi dalam menyediakan layanan pendidikan sebagai aktivitas belajar di rumah memiliki potensi yang menjanjikan.
 
Ada sekitar 68 juta siswa dari tingkat pra-sekolah hingga perguruan tinggi yang membutuhkan teknologi untuk belajar. Bahkan secara global, ada 1,5 miliar siswa di 188 negara tidak dapat menghadiri kelas. Disrupsi pendidikan seperti ini terakhir kali terjadi saat Perang Dunia II.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Legal Partner Grant Thornton Indonesia Kurniawan Tjoetiar menyebutkan perkembangan sektor edutech di Indonesia terlihat sangat menjanjikan. Bagi investor yang menginvestasikan dana di sektor ini perlu juga mempertimbangkan risiko yang dapat menyertai seperti regulasi, siklus pendanaan, dan bagaimana entitas bersaing dengan kompetitor.
 
"Dari sisi entitas edutech juga perlu menjalankan strategi bertahan dengan melihat cara untuk menekan biaya, memberikan kualitas pengajar yang baik, dan hasil yang berdampak. Karena hal tersebut yang menjadi kunci untuk menentukan siapa pemenang dalam jangka panjang seiring pertumbuhan dan semakin matangnya pasar edutech di Indonesia," jelas Kurniawan dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 23 September 2020.
 
Dengan keadaan ini, pertumbuhan EduTech semakin meningkat dengan cepat dan luas. Penggunaan EduTech akan terus dibutuhkan oleh siswa dari berbagai tingkat. Tentunya teknologi seperti internet, ponsel pintar, dan laptop menjadi keharusan dalam mendukung pembelajaran jarak jauh. Bahkan salah satu penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia mencatat adanya peningkatan arus broadband sebesar 16 persen selama pandemi covid-19.
 
Setelah jeda pembiayaan pada Maret, investor dari berbagai negara kembali menggelontorkan dana bagi edutech dan melambungkan beberapa startup, bahkan hingga melewati nilai valuasi USD1 miliar. Investor sengaja fokus pada entitas yang memasarkan alat dan layanan langsung ke konsumen (DTC) dan bukan ke institusi. Tiga sektor edutech DTC yang memperoleh investasi paling besar adalah bimbingan belajar online, bantuan dan aplikasi digital, serta edutainment.
 
Pada Juni lalu, pemain edutech di Indonesia sendiri sudah mencapai 44, dan diperkirakan masih akan terus bertambah. Beberapa startup edutech yang semakin terkenal di Indonesia semenjak peranannya semakin terasa besar bagi siswa selama masa pandemi di antaranya adalah Quipper, Zenius, Ruangguru, IndonesiaX, Cakap, dan masih banyak lagi.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif