"Kita akan pasang kapasitas 35 juta ton di tahun ini. Ada bertambah empat juta ton, dari pabrik Rembang dan Indarung VI. Karena, kedua pabrik telah beroperasi," ungkap Corporate Secretary Semen Indonesia Agung Wiharto kepada media, di Yogyakarta, Jumat, 16 Jumat 2018.
Namun demikian kedua pabrik tersebut belum beroperasional hingga 100 persen. Sebab, dua pabrik itu baru selesai dibangun dan dikerjakan oleh perusahaan.
"Untuk Indarung 80-90 persen sudah berjalan operasionalnya. Sedangkan Rembang harapannya sudah 70 persen operasionalnya," jelas Agung.
Peningkatan kapasitas produksi, Agung menyebutkan, karena industri semen masih akan tumbuh sebesar lima persen hingga lima persen di tahun ini. Walaupun demikian, pasar masih akan terus kompetitif dan cukup berat dijalankan di sepanjang 2018.
"Oversupply masih cukup banyak, kalau kapasitas terpasang 106 juta ton, kalau kebutuhan tahun ini sebanyak 70-71 juta ton. Jadi ada oversupply 30 juta ton, ekspor lima juta ton. Sehingga, pasar masih sengit," jelas Agung.
Hingga saat ini, dia menambahkan, tidak ada proyek lagi yang dijalankan perusahaan. Perusahaan hanya akan fokus menjalankan operasi pabrik yang sudah ada, khususnya dua pabrik baru.
"Lagian baru saja menyelesaikan Rembang dan Indarung VI, sebanyak empat juta ton lah, dalam rangka yang berat, kita efisiensi ke dalam," pungkas Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News