Mengutip keterbukaan laporan keuangan perseroan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/11/2014), kerugian yang dialami perseroan dikarenakan pendapatan bersih mengalami penurunan, banyaknya beban dan berkurangnya laba selisih kurs.
Pendapatan perseroan mengalami penurunan dari sebesar USD1,57 miliar menjadi USD1,36 miliar di sembilan bulan pada tahun ini. Adapun, beban pokok pendapatan mengalami penurunan menjadi USD1,33 miliar, dari posisi sebelumnya sebesar USD1,48 miliar.
Selanjutnya, beban umum dan administrasi naik menjadi USD86,88 juta, dari posisi USD71,70 juta dan beban lain-lain menjadi USD2,48 juta, dari posisi sebesar USD1,14 juta di kuartal III/2013.
Sementara itu, total aset perseroan di kuartal III/2014 mencapai USD2,60 miliar dengan total utang sebesar USD1,66 juta. Posisi total aset tahun ini mengalami peningkatan, jika dibanding periode sebelumnya sebesar USD2,38 miliar dengan total utang USD1,33 juta.
Perlu diketahui, pada saat penutupan perdagangan Senin (3/11/2014), saham KRAS mengalami penurunan 5 poin (1,05%) menjadi Rp471 per lembar saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News