Harga jual CPO angkat penjualan Sampoerna Agro -- ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Harga jual CPO angkat penjualan Sampoerna Agro -- ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Harga Jual CPO Angkat Penjualan SGRO Rp1,4 T

Ekonomi sampoerna
Ade Hapsari Lestarini • 23 Juli 2014 14:53
medcom.id, Jakarta: PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) beserta anak perusahaannya mempublikasikan laporan keuangannya.
 
Adapun sepanjang semester I-2014, perseroan mencatat penjualan sebesar Rp1,45 triliun atau 44% lebih tinggi dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
 
Demikian disampaikan perseroan dalam laporannya terkait laporan keuangan semester I-2014 di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/7/2014).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peningkatan ini didukung oleh harga jual yang lebih tinggi dari produk andalan perseroan. Contohnya, CPO yang menyumbang 81% dari total penjualan, diperdagangkan dengan kisaran harga Rp8.865 per kg atau 38% lebih tinggi dibandingkan semester I-2013.
 
Harga CPO dunia yang diperdagangkan di pasar Malaysia sepanjang triwulan II-2014 cenderung menurun dengan harga rata-rata sekitar 2.576 ringgit Malaysia per ton, atau 4% lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Meskipun demikian, harga rata-rata yang diperdagangkan pada Januari hingga Juni 2014 adalah sekitar 2.633 ringgit Malaysia per ton, masih 13% lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata di semester I-2013.
 
Harga jual rata-rata produk PK bahkan berhasil melonjak lebih tinggi menjadi Rp5.799 per kg, atau 98% di atas angka tahun lalu. Pada periode yang sama, PK menyumbang 12% dari total penjualan.
 
Sementara volume produksi pada beberapa bulan terakhir menunjukkan kenaikan yang signifikan. Produksi tandan buah segar (TBS) Perseroan tercatat mencapai 691.942 ton pada semester I-2014 atau lebih tinggi 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Pencapaian tersebut terutama didukung oleh hasil panen TBS dari perkebunan Sumatera Selatan sebesar 460.837 ton atau 31% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu.
 
Padahal wilayah tersebut pada triwulan pertama 2014 masih mencatat penurunan panen sebesar 31% secara tahunan, namun volume produksi mengalami pemulihan secara berarti di bulan-bulan berikutnya yaitu mencapai 307.656 ton atau melesat 101% dibandingkan jumlah kuartal I-2014.
 
Pada periode yang sama, tanaman sawit dari perkebunan Kalimantan terus menghasilkan panen yang tinggi pada kuartal II-2014 sehingga melanjutkan peningkatannya sebesar 6% jika dibandingkan triwulan pertama 2014.
 
Selain itu, perseroan mampu meningkatkan ekstraksi minyak saat buah diproses di pabrik pengolahan. Alhasil, Sampoerna Agro berhasil membukukan pertumbuhan produksi CPO lebih tinggi dibandingkan TBS. Produksi CPO meningkat sebesar 43% dari sebesar 99.459 ton menjadi 142.045 ton.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif