Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Sri Mulyani Kembali Jabat Menkeu, Rupiah Tancap Gas Menguat

Ekonomi kurs rupiah Kabinet Jokowi-Maruf
Nia Deviyana • 22 Oktober 2019 12:59
Jakarta: Pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menguat mendekati level Rp14.000. Mata uang Garuda mendapat sentimen positif signifikan usai Sri Mulyani mengatakan telah ditunjuk kembali oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai menteri keuangan di periode berikutnya.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 22 Oktober 2019, pukul 12.50 WIB, rupiah berada di level Rp14.003 per USD. Posisi rupiah pada perdagangan siang menguat 78 poin atau setara 0,55 persen dibandingkan dengan pembukaan perdagangan pagi di level Rp14.071 per USD.
 
Sementara itu, Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah menilai kembali dipercayanya Sri Mulyani menjabat sebagai menteri keuangan di Kabinet Kerja Jilid II akan memberi kepastian bagi pasar keuangan. Apalagi selama ini Sri Mulyani dianggap memberikan komunikasi kebijakan seperti yang diharapkan oleh pelaku pasar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sri Mulyani adalah darling-nya pasar, kepastian kembali jadi menteri pasti menjadi pendorong sentimen positif pasar," kata Piter, kepada Medcom.id, di Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019.
 
Dirinya menambahkan sejak awal Sri Mulyani memang sudah diprediksi akan menjadi pembantu Presiden Joko Widodo. Bukan hanya melanjutkan posisinya sebagai menkeu, Sri Mulyani sebelumnya masuk bursa calon menteri koordinator bidang perekonomian.
 
Adapun pagi ini Sri Mulyani merapat ke Istana Kepresidenan untuk memenuhi panggilan Presiden Jokowi. Dirinya mengaku diminta untuk kembali mengisi pos menteri keuangan di periode kedua Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.
 
"Presiden menugaskan saya untuk tetap menjadi menteri keuangan. Buat saya ini adalah sebuah kehormatan mendukung Presiden dan Wakil Presiden," kata Ani di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019.
 
Lebih lanjut, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan bakal mempertahankan sejumlah kebijakan fiskal serta melakukan beberapa perubahan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
 
"Saya rasa kita terbuka dengan dinamika yang ada, enggak ada perubahan yang statis," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif