Ilustrasi. MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. MI/ROMMY PUJIANTO

Rupiah Pagi Hantam Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 18 September 2019 09:03
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.100 per USD. Mata uang Paman Sam kehilangan tenaga di tengah pertemuan yang dilakukan bank sentral Amerika Serikat (AS) membahas kebijakan moneter utama.
 
Mengutip Bloomberg, Rabu, 18 September 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka melonjak ke Rp14.078 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.075 hingga Rp14.078 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.875 per USD.
 
Sementara itu, kurs USD turun pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor menunggu langkah moneter berikutnya dari bank sentral AS. Pertemuan kebijakan moneter September, the Fed, dimulai pada Selasa 17 September dan akan mengumumkan keputusan terbaru tentang suku bunga pada Rabu sore waktu setempat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,36 persen menjadi 98,2640 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1066 dari USD1,1006 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2502 dari USD1,2424 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,6860 dibandingkan dengan USD0,6868. Dolar AS membeli 108,20 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,05 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9936 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9923 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3251 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3240 dolar Kanada.
 
Di sisi lain, saham-saham Amerika Serikat berakhir dengan kenaikan moderat pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), di tengah pertemuan Federal Reserve membahas kebijakan moneter utama dan sejumlah rilis data ekonomi. Di sisi lain, perang dagang yang masih berlangsung terus memberikan tekanan tersendiri.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 33,98 poin atau 0,13 persen menjadi 27.110,80. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 7,74 poin atau 0,26 persen menjadi 3.005,70. Indeks Komposit Nasdaq naik 32,47 poin, atau 0,40 persen, menjadi 8.186,02.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan real estat dan utilitas masing-masing naik sebanyak 1,4 persen dan 0,89 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan saham energi turun 1,52 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.
 
Pertemuan kebijakan moneter the Fed pada September dimulai Selasa waktu setempat (Rabu WIB) dan bank sentral diperkirakan mengumumkan keputusan terbaru tentang suku bunga pada Rabu sore waktu setempat (Kamis WIB). Pelaku pasar bertaruh tinggi bahwa suku bunga acuan akan diturunkan oleh bank sentra AS.
 
"Pemotongan suku bunga yang kami harapkan pada kuartal keempat mencerminkan keyakinan kami lapangan kerja akan terus melambat, konsumsi juga memudar dan arus lintas global akan terus berlanjut," kata Kepala Ekonom FTN Financial Chris Low.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif