Direktur Utama BTN Maryono. (FOTO: dok BTN)
Direktur Utama BTN Maryono. (FOTO: dok BTN)

Obligasi Berkelanjutan III BTN Kelebihan Permintaan

Ekonomi btn obligasi
Ade Hapsari Lestarini • 27 Juni 2019 12:43
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) telah menghimpun dana Rp4,11 triliun, lebih tinggi dari target sebesar Rp3,14 triliundengan menerbitkan surat utang atau obligasi. Langkah ini dilakukan perseroan untuk mengejar target pertumbuhan bisnis di 2019.
 
Obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III tahap II yang telah ditawarkan pada pertengahan Juni lalu meraih minat besar dari para investor dengan nilai penawaran yang masuk sebesar Rp4,11 triliun. Perolehan tersebut lebih tinggi dari target indikatif yang diproyeksi akan meraup pendanaan sebesar Rp3,14 triliun. Tiga seri obligasi PUB III BTN pada tahap kedua ini seluruhnya meraih kelebihan permintaan.
 
"Meskipun kondisi pasar modal masih bergejolak selepas pemilu presiden, dan kondisi ekonomi global terdampak perang dagang, namun minat dari para investor terhadap obligasi BTN cukup besar karena kinerja kami positif di mata investor," kata Direktur Utama BTN Maryono dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk seri A, jumlah pokok yang ditawarkan adalah sebesar Rp1.756.500.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,75 persen per tahun. Seri A yang jatuh tempo 8 Juli 2020 tersebut mendapatkan kelebihan permintaan sebesar Rp256,5 miliar dari proyeksi awal sebesar Rp1,5 triliun. Sementara Seri B juga tidak kalah peminatnya, dengan jumlah pokok yang ditawarkan mencapai Rp1,168 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75 persen per tahun.
 
Perolehan dari seri B yang jatuh tempo 28 Juni 2022 tersebut lebih banyak dibandingkan target awal yang dipatok yakni sebesar Rp803 miliar. Kelebihan permintaan signifikan juga diraih obligasi Seri C dengan tingkat bunga tetap sebesar sembilan persen per tahun yang akan jatuh tempo 28 Juni 2024, berhasil meraih permintaan sebesar Rp1,219 triliun lebih tinggi dibandingkan yang tercantum di "Informasi Tambahan Ringkas" (yang disampaikan ke BEI pada 12 Juni lalu) yaitu sebanyak Rp835 miliar.
 
"Faktor yang membuat Obligasi BTN cukup menarik adalah tingkat bunga yang ditawarkan, karena saat ini kecenderungan yield SUN bertenor satu tahun, tiga tahun, dan lima tahun yang menjadi benchmark obligasi PUB III BTN tahap II ini melandai dalam kurun satu bulan ini," kata Maryono.
 
Berdasarkan data dari IBPA, yield dari SUN dengan tenor satu tahun sebesar 6,46 persen, sementara SUN dengan tenor tiga tahun sebesar 6,88 persen, dan tenor lima tahun sebesar 7,066 persen. Padahal pada 23 Mei lalu, yield dari SUN dengan tenor satu tahun tersebut masih di atas 6,5 persen. Sementara yang bertenor dua dan tiga tahun masing-masing 7,24 persen dan 7,65 persen.
 
Adapun dengan tingkat bunga yang menarik, banyak investor yang mengoleksi obligasi PUB III tahap II. Mayoritas investor yang menggenggam obligasi BTN tersebut adalah perbankan dan perusahaan asset management.
 
"Dana hasil penerbitan Obligasi PUB III BTN tahap II ini akan digunakan untuk ekspansi kredit guna mengejar target pertumbuhan bisnis tahun ini," kata Maryono.
 
Penerbitan obligasi menjadi bagian dari strategi BTN untuk mengamankan pendanaan jangka panjang untuk penyaluran Kredit Pembiayaan Rumah yang menjadi bisnis utama BTN. BTN telah merencanakan Obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan III sejak Juli 2017 dengan nilai maksimal Rp10 triliun. Obligasi PUB III BTN tahap I dicatatkan pada 14 Juli 2019 dengan nilai sebesar Rp5 triliun.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif