"Volume sales industri turun 20 persen di kuartal I 2018. Kami low (turun) single digit," ujar Direktur Pemasaran Delta Djakarta Ronny Titiheruw dalam paparan publik PT Delta Djakarta di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu 25 April 2018.
Menurutnya banyak faktor yang mempengaruhi penurunan volume penjualan bir. Salah satunya adalah penurunan konsumsi masyarakat dan tumbuhnya Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan. Namun Ronny optimistis profit Delta Djakarta tumbuh lebih baik seiring kenaikan harga pada November 2017 lalu.
"Tapi saya rasa profit lebih baik. Harus positif. Kami harap kinerja q1 2018 lebih baik dari tahun sebelumnya," ungkap dia.
Ronny menambahkan pihaknya fokus memperluas ekspansi dan meningkatkan pangsa pasar hingga ke Vietnam dan Thailand. Hal itu guna menggenjot volume penjualan pada kuartal I 2018.
"Kita maksimalkan kapasitas untuk genjot pasar ekspor," pungkas dia.
Sekadar diketahui, PT Delta Djakarta berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp279,7 miliar pada 2017. Angka itu naik 10,25 persen dibandingkan dengan perolehan laba bersih di 2016 yang sebesar Rp253,7 miliar.
Penjualan bersih perusahaan naik tipis dari Rp774,9 miliar menjadi Rp 777,3 miliar. Namun beban pokok penjualan berhasil ditekan dari Rp234,08 miliar menjadi Rp 203,03 miliar.
Sementara jumlah aset perseroan juga naik dari Rp 1,19 triliun di akhir 2016 menjadi Rp 1,34 di akhir 2017. Sementara jumlah liabilitas naik dari tipis dari posisi akhir 2016 Rp 185,3 miliar menjadi Rp 196,19 miliar di akhir 2017.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News