BI meningkatkan seven-day reverse repo dari 5,5 persen menjadi 5,75 persen hanya beberapa jam setelah Federal Reserve meningkatkan suku bunga untuk ketiga kalinya pada 2018.
"Rupiah dapat menemukan dukungan dari sikap agresif Bank Indonesia. Namun mata uang lokal tetap tertekan oleh kekuatan eksternal," ujar Research Analyst FXTM Lukman Otunuga, di Jakarta, Jumat, 28 September 2018.
Ketegangan perdagangan masih membebani sentimen global dan The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga lagi pada Desember. Sementara keputusan BI untuk menaikkan suku bunga dapat menawarkan ruang bernafas rupiah.
Meski begitu mengatakan pasar berkembang masih tetap rentan menghadapi risiko dari ketegangan dagang dan ekspektasi kenaikan suku bunga di Desember meningkatkan risiko negatif.
"Defisit transaksi berjalan Indonesia adalah faktor lain yang sangat membebani rupiah, sehingga mata uang ini mungkin saja semakin melemah di masa mendatang. Perlu diperhatikan pula bahwa walaupun kenaikan suku bunga BI dapat memperkuat rupiah di jangka pendek, pertumbuhan ekonomi dapat terkena dampak negatif," jelas dia.
"Dari aspek teknis, reaksi langsung rupiah terhadap kenaikan suku bunga ini tidak signifikan dengan kurs di kisaran Rp14.920 per USD. Para trader teknikal akan terus mengamati bagaimana dolar terhadap rupiah bereaksi di atas level Rp14.000 per USD. Breakdown di bawah level ini dapat membuka jalan rupiah menuju Rp14.820 per USD," tambah dia.
Di belahan dunia lain, Federal Reserve meningkatkan suku bunga sebesar 25 bps. Fed menyatakan optimisme mengenai ekonomi AS dan memproyeksikan bahwa pertumbuhan akan tetap stabil hingga 2019.
Sementara itu inflasi diperkirakan berada di sekitar dua persen dalam dua tahun mendatang, sementara tingkat pengangguran diperkirakan turun ke 3,5 persen tahun depan.
Secara umum, penilaian yang relatif optimis mengenai ekonomi AS dan tidak adanya kekhawatiran yang berarti mengenai ketegangan dagang mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga di Desember.
Walau demikian, hal yang penting diperhatikan adalah dihapuskannya kata "akomodatif" dari pernyataan Fed yang dianggap sebagai sinyal dovish yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih lambat di tahun depan.
Mengenai aspek teknikal, indeks dolar sedikit melemah dan kemudian memantul saat investor menafsirkan proyeksi ekonomi dan dot plot terbaru. Reaksi Dolar secara umum terhadap keputusan suku bunga dan konferensi pers Fed bullish, harga berada di kisaran 94,5.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News