NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani

IHSG Diramal Kembali Tertekan

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 26 Februari 2020 08:38
Jakarta: Pada perdagangan Selasa waktu setempat, bursa saham AS kembali ditutup turun tajam. Indeks Dow Jones minus 3,15 persen, S&P500 berkurang 3,03 persen, dan Nasdaq melemah sebanyak 2,77 persen. Sentimen negatif masih datang dari virus korona yang ditakutkan akan melemahkan perekonomian global termasuk estimasi laba perusahaan di kuartal I-2020.
 
Konsensus yang dihimpun oleh The Earning Scout memperlihatkan akan terjadi pelemahan laba bersih perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam S&P500 sebesar minus 0,1 persen secara kuartal ke kuartal, sebelum adanya wabah virus diperkirakan tercipta kenaikan 2,5 persen secara kuartal ke kuartal.
 
"Pagi ini indeks Nikkei dibuka turun 1,25 persen dan Kospi minus 1,36 persen. Maraknya sentimen negatif membuat kami memperkirakan IHSG akan kembali tertekan pada perdagangan hari ini," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pusat Kontrol Penyakit AS (Centers for Desease Control and Prevention/CDC) secara resmi tengah bersiaga jika virus korona di AS semakin meluas. Meski demikian, penasihat ekonomi pemerintah AS, Larry Kodlow menyebutkan virus tersebut belum terlalu berpengaruh kepada ekonomi AS.
 
Wabah virus korona di luar Tiongkok terjadi cukup masif, terutama di Korea Selatan dan Italia. Pemerintah Korea Selatan menyebutkan telah terjadi 900 kasus. Sementara itu Italia melaporkan terjadi 200 kasus dan setidaknya ada 12 orang meninggal akibat virus korona.
 
Di sisi lain, wall Street kembali dilanda aksi jual dengan indeks Dow dan S&P 500 anjlok sekitar tiga persen pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu penurunan hari keempat berturut-turut karena virus korona menyebar lebih jauh ke seluruh dunia dan investor melepas aset berisiko saat mereka berjuang mengukur dampak ekonominya.
 
Kedua indeks utama mencatat penurunan persentase empat hari terbesar sejak aksi jual besar-besaran pada Desember 2018, sedangkan imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahun mencapai rekor terendahnya. Indeks S&P 500 kehilangan USD2,138 triliun kapitalisasi pasar selama empat sesi terakhir, menurut analis S&P Dow Jones Indices Howard Silverblatt.
 
Adapun indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 879,44 poin,atau 3,15 persen menjadi 27.081,36 poin. Indeks S&P 500 turun 97,68 poin atau 3,03 persen menjadi 3.128,21 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 255,67 poin atau 2,77 persen, menjadi 8.965,61 poin.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif