Ilustrasi. (FOTO: AFP/ADEK BERRY)
Ilustrasi. (FOTO: AFP/ADEK BERRY)

Terdepresiasi 1,2%, Pendapatan SMGR Tergerus ke Rp19,11 Triliun

Dian Ihsan Siregar • 29 Oktober 2015 17:26
medcom.id, Jakarta: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) membukukan penurunan pendapatan menjadi sebesar Rp19,11 triliun di kuartal III-2015. Jumlah tersebut terdepresiasi 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,35 triliun.
 
"Pendapatan kita turun tipis 1,2 persen, sehingga perseroan meraih laba menjadi Rp3,2 triliun di kuartal III-2015, dari laba periode sama tahun lalu sebesar Rp4,08 triliun," kata Direktur Utama Semen Indonesia Suparni, saat ditemui di Gedung The East, Jakarta, Kamis (29/10/2015).
 
Penurunan laba ini, kata ‎Suparni, dikarenakan adanya kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 6,5 persen, antara lain kenaikan tarif listrik, beban penyusutan karena mulai beroperasinya beberapa fasilitas baru (kapitalisasi aset baru), beban raw material, nilai kurs yang berdampak kepada biaya pemeliharaan dan packaging (kertas kraft), serta kenaikan beban distribusi.

‎Beban pokok penjualan yang naik 6,5 persen menjadi Rp11,60 triliun di kuartal III-2015, dari posisi beban pokok pendapatan sebesar Rp10,90 triliun. Laba usaha perseroan mencapai Rp4,10 triliun. Angka itu turun 19,8 persen dari periode yang sama di 2014 sebesar Rp5,11 triliun.
 
Menurunnya pertumbuhan ekonomi di semester I-2015, lanjut Suparni, juga berpengaruh terhadap konsumsi semen dalam negeri yang mengalami penurunan sebesar 0,9 persen atau 42,58 juta ton dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 42,99 juta ton. Sedangkan harga jual juga mengalami tekanan karena meningkatnya persaingan pasar dengan masuknya beberapa pemain baru industri semen, baik global maupun di Tanah Air.
 
Total volume penjualan konsolidasi Semen Indonesia sepanjang sembilan bulan pertama di tahun ini mencapai sebanyak 20,29 juta ton. Angka itu mengalami penurunan 1,9 persen dibanding periode yang sama di 2014 sebesar 20,69 juta ton.
 
Adapun volume penjualan, termasuk volume penjualan semen dalam negeri mencapai 18,27 juta ton, atau susut 3,5 persen bila dibanding raihan periode yang sama tahun lalu sebesar 18,92 juta ton.
 
"Sedangkan volume penjualan ekspor perseroan tercatat sebesar 697,56 ribu ton atau naik 47,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 472,92 ribu ton," pungkas dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan