Ilustrasi. Foto : MI/ROMMY PUJIANTO.
Ilustrasi. Foto : MI/ROMMY PUJIANTO.

Sentimen Domestik Bangkitkan IHSG

Ekonomi ihsg
Arif Wicaksono • 19 November 2019 17:19
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG merespons perkiraan adanya penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) pada minggu ini. Sementara itu, mata uang rupiah bergerak melemah.
 
IHSG naik 29,46 poin ke level 6.152 pada penutupan perdagangan Selasa, 19 November 2019. Volume perdagangan sebesar 5,4 miliar lembar saham dengan nilai Rp5 triliun. Sebanyak 181 saham naik, 266 saham turun, dan 162 saham tak bergerak. Sektor keuangan dan manufaktur naik paling kencang. Sementara mata uang rupiah bergerak melemah.
 
Analis Indosurya Bersinar Sekuritas Wiliam Surya Wijaya memprediksi indeks akan menguat hari ini. "Hari ini IHSG berpotensi menguat dan diperdagangkan di level 6.024-6.202," kata William.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya tren kenaikan masih terlihat dengan tercatatnya capital inflow secara year to date yang menunjukan bahwa minat investor asing masih cukup besar ke pasar modal Indonesia.
 
"Momentum koreksi wajar masih bisa dijadikan peluang oleh investor, mengingat dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam pola uptrend," ucap William.
 
Pada perdagangan bursa AS ditutup flat, dengan Dow Jones naik 0,11 persen, S&P naik 0,05 persen, serta Nasdaq naik 0,11 persen. Investor nampaknya kembali dalam fase menunggu kepastian perang dagang AS-Tiongkok.
 
Pihak Tiongkok nampak pesimistis terhadap kesepakatan dagang karena Presiden AS, Donald Trump masih tidak mau menghapus tarif seperti yang diminta pihak Tiongkok. Sementara itu, pasar regional Asia kemarin rata-rata ditutup menguat kecuali Kospi Korea Selatan dan IHSG.
 
Samuel Sekuritas menduga para pelaku sedang menunggu kebijakan suku bunga BI yang akan diumumkan pada Kamis, 21 November 2019. Hingga saat ini, BI telah melakukan pemotongan suku bunga sebanyak empat kali berturut-turut sejak Juli 2019 lalu.
 
Ekonom Samuel Sekuritas Akmad Mikail sebelumnya memperkirakan BI akan kembali memotong suku bunga untuk ke-5 kalinya pada tahun ini. Sentimen ini yang akan mengerek laju Indeks.
 
Bloomberg melansir mata uang rupiah melemah 12 poin menjadi Rp14.090 per USD. Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah melemah 51 poin ke Rp14.086 per USD. Bank Indonesia merekam mata uang rupiah menjadi Rp14.091 per USD.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif