NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/Bay ISMOYO
Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/Bay ISMOYO

Rupiah Makin 'Terjangkit' Virus Korona

Ekonomi rupiah Virus Korona
Nia Deviyana • 28 Februari 2020 17:02
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan Jumat, 28 Februari 2020 berada di level Rp14.317 per USD. Rupiah terpuruk 292,5 poin atau 2,09 persen dibandingkan pembukaan perdagangan di level Rp14.060 per USD.
 
Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.060 per USD hingga Rp14.025 per USD.
 
Sementara itu, Yahoo Finance mencatat mata uang Garuda berada di posisi Rp14.300 per USD. Rupiah tergelincir 440 poin atau 3,17 persen dari pembukaan perdagangan di level Rp13.860 per USD.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan rupiah di level Rp14.234 per USD.
 
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai virus korona memiliki potensi untuk menjadi pandemi dan berada pada tahap yang menentukan.
 
"Virus korona, yang dimulai di Tiongkok, menunjukkan tanda-tanda penyebaran ketika jumlah kasus di negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Italia, Iran, dan AS melonjak. Berkurangnya harapan bahwa wabah virus korona dapat tertahan di Tiongkok mendorong investor kembali panik, sehingga memicu kekhawatiran bahwa dampak ekonomi dari pembatasan perjalanan, gangguan rantai pasokan, dan penurunan permintaan mungkin jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya," ujar Ibrahim dalam analisis hariannya yang dikutip Medcom.id, Jumat, 28 Februari 2020.
 
Sementara itu, para pedagang memperhatikan langkah Federal Reserve (The Fed) pada bulan depan. Beberapa percaya bank sentral AS kemungkinan terpaksa mengeluarkan lebih banyak kebijakan pelonggaran, termasuk pemotongan suku bunga, untuk melindungi ekonomi AS dari dampak virus korona.
 
"Akibat meluasnya wabah virus korona yang terus menjadi topik utama dalam awal tahun ini mengakibatkan goncangan ekonomi secara global dan Indonesia juga terkena dampaknya walaupun presentasenya masih relatif kecil dibandingkan negara-negara lainnya, yaitu hanya 1,08 persen," tuturnya.
 

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif