Melantai di Bursa, BPD Terkendala Izin Pemilik Saham dari Pemda

Eko Nordiansyah 26 Oktober 2018 16:22 WIB
bpd
Melantai di Bursa, BPD Terkendala Izin Pemilik Saham dari Pemda
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
Jakarta: Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menyebut sejumlah kendala yang dihadapi Bank Pembangunan Daerah (BPD) saat berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) di bursa. Salah satunya adalah masalah izin dari pemilik saham BPD yang berada di pemerintah daerah (BPD).

"Kendala bagi BPD itu adalah meyakinkan dan menjelaskan kepada shareholder. Karena shareholder kita itu, ada eksekutif dan legislatif di daerah," kata Ketua Asbanda Kresno Sediarsi di Gedung BEI, SCBD, Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2018.

Dirinya menambahkan pemegang saham BPD terdiri dari pemerintah provinsi sampai dengan pemerintah kabupaten/kota. Kresno menyebutkan ada satu BPD yang sahamnya dimiliki oleh 20 pemilik saham, bahkan ada yang mencapai 33 pemilik saham.

Besarnya jumlah pemilik saham membuat mereka membutuhkan pemahaman mengenai proses IPO. Untuk itu, Asbanda meminta kepada PT Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI) bersama dengan dengan penyelenggara pasar modal (SRO) lainnya mengedukasi pemda mengenai proses menjadi perusahaan go public.

"Nanti masalah komunikasi kepada pemegang saham ini memang sangat penting. Makanya kita butuh dukungan dari semua stakeholder di bidang bursa supaya kita menjelaskan kepada mereka itu lebih mudah dan bisa memahami," jelas dia.

Menurut dia, dengan menjadi perusahaan terbuka maka masyarakat juga bisa membantu kinerja bank tersebut. Hanya saja dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak untuk sungguh-sungguh merealisasikan BPD agar bisa melantai di pasar modal.

Ini artinya pengembangan pendalaman keuangan Indonesia di daerah akan lebih baik lagi, karena masyarakat di daerah bisa beli perusahaan BUMD khususnya BPD. Ini yang kalau kita bisa membuat ini terealisasi, memang suatu hal yang sangat baik," pungkasnya.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id