Head of investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia Freddy Tedja - - Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin
Head of investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia Freddy Tedja - - Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin

Tahun Ini IHSG Diproyeksi Tembus 7.000

Ekonomi ihsg bei standard chartered
Husen Miftahudin • 11 Februari 2020 15:31
Jakarta: Head of investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia Freddy Tedja memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menyentuh level 7.000 hingga akhir 2020. Proyeksi ini mempertimbangkan laba emiten (earning growth) yang diramal bakal tumbuh di kisaran delapan hingga 10 persen pada 2020 ini.
 
"Jadi kalau dihitung dari akhir tahun kemarin yang 6.300-an ditambah (earning growth) delapan sampai 10 persen, itu akan menjadi level 7.000-an," ujar Freddy dalam konferensi pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Freddy mengakui outlook pertumbuhan IHSG tahun ini memang mengulang ramalan di 2019. Sayangnya pergerakan indeks saham di tahun lalu mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Mulai dari laba emiten hingga macetnya aktivitas ekonomi domestik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tahun lalu earning growth turun naik tiga persen, kemudian aktivitas ekonomi enam bulan (pertama) tahun kemarin kan enggak kemana-mana. Karena adanya pemilu, orang menunggu-nunggu, dan baru mulai jalan aktivitas ekonominya di kuartal keempat," jelas dia.

 
Tahun ini, Freddy optimistis pasar saham berbalik menguat. Sejumlah penghambat pergerakan terbilang nihil. Pasalnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-Tiongkok mereda, dan tahun politik sudah terlewati.
 
"Di tahun ini, overhang yang ada di tahun lalu itu sudah enggak ada. Aktivitas ekonominya harusnya dari awal tahun sudah bisa dikebut, kemudian dari sisi valuasi itu oke. Jadi tahun ini kita harapkan terjadi pembalikan arah," tuturnya.
 
Selain itu, katalis positif dari Bank Indonesia untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi domestik dengan menurunkan suku bunga acuan masih terbuka. Sementara di pasar obligasi, penurunan suku bunga sudah terbatas.
 
"Bonds market yang tahun lalu ditopang penurunan suku bunga The Fed sampai empat kali, tahun ini kebalikannya. Sementara di pasar obligasi penurunan suku bunga sudah terbatas. Jadi harusnya akan kembali ke perbaikan," pungkas Freddy.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif