NEWSTICKER
Jajaran PT Era Mandiri Cemerlang Tbk dan PT Agro Yasa Lestari - - Foto: Medcom.id/ Annisa Ayu
Jajaran PT Era Mandiri Cemerlang Tbk dan PT Agro Yasa Lestari - - Foto: Medcom.id/ Annisa Ayu

Dua Saham Pendatang Baru Bursa Auto Rejection

Ekonomi saham bei pasar modal Auto Rejection
Annisa ayu artanti • 12 Februari 2020 10:39
Jakarta: Dua saham pendatang baru Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Era Mandiri Cemerlang Tbk dan PT Agro Yasa Lestari terkena auto rejection atau mengalami kenaikan hingga batas atas. Kedua saham perusahaan tersebut melonjak masing-masing 70 persen pada saat listing perdana.
 
Berdasarkan pantauan Medcom.id, Rabu, 12 Februari 2020 Era Mandiri Cemerlang melepas saham sebanyak 333,3 juta saham. Sementara PT Agro Yasa Lestari 258 juta saham.
 
Ketika listing, saham Era Mandiri Cemerlang naik 84 poin dari harga penawaran Rp120 per saham menjadi Rp204 per saham. Saham dengan kode emiten IKAN ini ditransaksikan sebanyak tiga kali dengan volume 5.890 lot, sehingga perusahaan memperoleh dana sebesar Rp120,16 juta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, saham Agro Yasa Lestari pada listing perdana sempat tidak diminati investor. Dalam beberapa menit awal setelah pembukaan perdagangan saham perusahaan dengan kode emiten AYLS stagnan. Namun setelah tiga menit, saham AYLS naik 70 poin dari harga penawaran Rp100 per saham menjadi Rp170 per saham.
 
SahamAgro Yasa Lestari ditransaksikan sebanyak dua kali dengan volume dua lot sehingga untuk sementara perusahaan memperoleh dana segar sebesar Rp34 ribu.

 
Kedua saham perusahaan tersebut langsung terkena auto rejection oleh Jakarta Automated Trading System (JATS) karena kenaikan harga sahamnya melebihi ketentuan persentase tertinggi harian khusus saham IPO sebesar 50 persen.
 
Direktur Utama Era Mandiri Cemerlang Johan Rose mengatakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan perdagangan hasil perikanan ini akan menggunakan 79,33 persen dana IPO untuk membeli bahan baku ikan dan kegiatan operasional lainnya.
 
Kemudian sekitar 13,83 persen akan digunakan untuk pembelian dan jasa instalasi mesin pembekuan dan pendinginan untuk sarana produksi di Gorontalo.
 
Sementara sisanya sekitar 6,84 persen akan digunakan untuk pembelian dan jasa instalasi mesin pembekuan dan pendinginan hasil perikanan dari pihak ketiga untuk sarana produksi di Jakarta.
 
"Sesuai rencana strategis tahun ini dana dari IPO untuk meningkatkan sarana perusahaan di Jakarta dan Gorontalo dan pembelian bahan baku industri," kata Johan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.
 
Menurutnya industri perikanan di Indonesia masih memiliki potensi yang besar. Karena itu, upaya menjadi perusahaan publik diharapkan dapat mempermudah perusahaan dalam mengembangkan bisnis perikanan di Tanah Air.
 
"Melihat industri perikanan di Indonesia, kami mengundang investor berinvestasi di saham kami" ucapnya.
 
Komisaris Utama Agro Yasa Lestari Hidayat Winardi berharap dapat membawa kebaikan bagi bisnis perusahaan dan negara kedepan melalui aksi IPO tersebut.

 
"Mudah-mudahan IPO Agro Yasa Lestari dapat membawa kebaikan kita semua khususnya bangsa dan negara," pungkasnya.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif