Direktur Utama Mahkota Group Usli Sarsi mengatakan, dana IPO yang didapatkan perseroan setelah dibayar emisi, sebesar 60 persen akan digunakan untuk pengembangan industri hilir melalui investasi ke Entitas Anak PT Mutiara Unggul Lestari (MUL), yaitu PT lntan Sejati Andalan (ISA Entitas Anak MUL) yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik Refinery dan Kernel Crushing Plant yang berlokasi di jalan Duri Dumai, Desa Bathin Sobanga, Kabupaten Bengkalis, Riau.
"Sisany 40 persen akan digunakan untuk modal kerja entitas anak, Mutiara Unggul Lestari, PT Berlian Inti Mekar dan PT Intan Sejati Andalan," ucap Usli, ditemui dalam paparan publik terkait IPO Mahkota Group di The Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018.
Usli mengaku, pembangunan pabrik yang dijalankan perusahaan membutuhkan waktu 8 bulan, terhitung 3 bulan sejak perseroan menerima dana hasil IPO. Tujuan pembangunan pabrik Refinery dan Kernel Crushing Plant adalah untuk memberi nilai tambah bagi perusahaan. Dengan adanya pembangunan pabrik Refinery dan Kernel Crushing Plant, perusahaan bisa melakukan sistem pemurnian yang dapat menghasilkan produk turunan olein (minyak makan) dan sterin (bahan baku margarin dan oleochemical) serta produk turunan lainnya.
"Dengan adanya pengembangan industri hilir ini, kami berharap dapat meningkatkan pendapatan," jelas dia.
Dia meyakini, pendapatan yang meningkat dikarenakan perusahaan optimistis akan pertumbuhan perkebunan kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak yang tertinggi dari semua jenis minyak nabati lainnya.
Bayangkan saja, sambung dia, di negara penghasil minyak yang lebih tinggi, hasil rata-rata kelapa sawit sekitar empat ton minyak per hektar per tahun, lebih dari dua kali lipat produksi minyak per hektar yang diperoleh deri lobak dan empat ka|i produksi minyak per hektar yang diperoleh dari kedelai dan biji bunga matahari.
Maka dari itu, dia menyatakan minyak sawit membutuhkan area perkebunan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan tanaman penghasil minyak lainnya untuk memproduksi jumlah minyak yang sama. "Biaya produksi per ton minyak sawit juga lebih rendah dibandingkan tanaman penghasil minyak lainnya," ungkap dia.
Demi menyukseskan perjalanan IPO, perusahaan telah menunjuk PT Panin Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi dalam IPO perusahaan yang akan dilaksanakan pada awal Juli 2018. Dia mengharapkan, rencana ini akan mengantongi pernyataan efektif pada 29 Juni 2018, sehingga Masa Penawaran Umum dapat dilaksakana pada tanggal 3-9 Juli 2018.
"Kami harap saham perusahaan dapat dicatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 12 Juli 2018," tukas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News