Ilustrasi. MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. MI/ROMMY PUJIANTO

Rupiah Pagi Dilibas Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 30 Oktober 2019 09:13
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau terpental ke zona merah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.035 per USD. Mata uang Garuda belum mampu mengambil kesempatan untuk menyalip mata uang Paman Sam yang sedang melemah jelang keputusan moneter the Fed.
 
Mengutip Bloomberg, Rabu, 30 Oktober 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.045 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.045 hingga Rp14.046 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.830 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat sedikit melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Pelemahan lantaran investor mengukur keputusan moneter terbaru yang akan diumumkan oleh Federal Reserve AS setelah pertemuan dua hari pada Rabu waktu setempat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainna, turun 0,07 persen menjadi 97,6919 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi USD1,1110 dari USD1,1097 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2861 dari USD1,2855 di sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,6865 dibandingkan dengan USD0,6837. Dolar AS dibeli 108,81 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 109,01 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9937 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9948 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3088 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3054 dolar Kanada.
 
Wall Street memperkirakan bank sentral AS akan terus menopang pertumbuhan ekonomi dengan lebih lanjut melonggarkan batas kreditnya untuk pelaku pasar tahun ini. Para pedagang telah memperhitungkan probabilitas lebih dari 97 persen bahwa the Fed akan memangkas suku bunga acuannya nanti, menurut alat FedWatch CME Group.
 
Sementara poundsterling merosot karena Inggris tampaknya akan pergi ke pemilihan umum pada Desember. Pada Senin 28 Oktober, Uni Eropa menyetujui penundaan fleksibel tiga bulan untuk keberangkatan Inggris.
 
Meningkatkan optimisme bahwa Inggris akan mencapai kesepakatan untuk menghindari keluarnya dari Uni Eropa yang tidak teratur telah mendukung euro dan sterling baru-baru ini. Namun, pound turun pada Selasa dalam perdagangan berombak setelah Perdana Menteri Boris Johnson memenangkan persetujuan awal parlemen untuk mengadakan pemilu pertama.
 
Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat menyelesaikan akhir sesi perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB) dengan kerugian moderat. Pelemahan terjadi didorong oleh banyaknya laporan pendapatan yang bervariasi dan data ekonomi yang suram.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif