Ilustrasi. Foto  : AFP.
Ilustrasi. Foto : AFP.

Strategi Gojek Sebelum Melantai di Bursa

Ekonomi gojek
Nia Deviyana • 04 November 2019 15:44
Jakarta: Duo CEO Gojek Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo mengumumkan strategi jangka panjang perusahaan yang dinamakan Going the Distance atau Melangkah Jauh ke Depan. Salah satunya, Gojek memastikan pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis menuju kesiapan melantai di bursa.
 
"Gojek akan fokus pada pertumbuhan yang berorientasi pada penguatan produk untuk meningkatkan loyalitas pelanggan, terutama dari basis pelanggan yang menggunakan tiga atau lebih layanan Gojek di setiap bulannya (core users)," ujar Co-CEO Gojek Kevin Aluwi melalui keterangan resminya, Senin, 4 November 2019.
 
Selain itu, Kevin menambahkan Gojek mengutamakan kepuasan pelanggan untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang dengan memperkuat pengembangan tiga pilar produk yang paling dibutuhkan dan diminati pelanggan, yaitu pesan-antar makanan dan minuman, pembayaran, serta transportasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami juga menghadirkan layanan lain yang diminati pelanggan melalui kerja sama pemanfaatan platform Gojek dengan perusahaan-perusahaan terbaik di bidangnya (third-party platform)," imbuhnya.
 
Selain itu, Gojek juga akan berinvestasi pada sarana dan inisiatif jangka panjang yang bisa membuat Gojek menjadi perusahaan global. "Hal ini akan dicapai dengan meningkatkan rasio dari pelanggan Indonesia vs pasar Internasional dari 80:20 menjadi 50:50, serta dengan melakukan ekspansi di pasar-pasar baru di Asia Tenggara," tukasnya.
 
Dari sisi ekosistem kerja, Gojek menargetkan menjadi tempat kerja berkelas dunia. "Dalam enam bulan terakhir Gojek telah berhasil merekrut berbagai pemimpin industri teknologi kelas dunia antara lain dari Silicon Valley, serta perusahaan global terkemuka seperti Netflix, NASA, dan lainnya," papar Kevin.
 
Kevin melanjutkan Gojek adalah pelopor konsep super app yang telah membuktikan kesuksesan model ekosistem bisnis yang menghubungkan jutaan orang, pelanggan, mitra driver, merchant, serta penyedia layanan. Konsep ini, kata dia, menjadi referensi para pemain di industri teknologi global.
 
Keberhasilan sistem operasi Gojek dibuktikan dengan pertumbuhan total pengguna aktif bulanan yang mencapai 1,5 kali lipat dalam satu tahun terakhir, berdasarkan data dari sebuah platform global independen yang menganalisis penggunaan aplikasi mobile sedunia. Hal ini didukung oleh semakin bertambahnya jumlah pelanggan yang menggunakan setidaknya tiga layanan Gojek dalam sebulan (core users).
 
"Ini menjadi indikator bahwa upaya kami untuk menjadi super app kehidupan sehari-hari tepat sasaran," kata dia.
 
Kevin juga memaparkan bahwa salah satu kunci kesuksesan Gojek adalah dengan menciptakan ekosistem terintegrasi dengan tiga super app.
 
"Ketiga super app ini meliputi super app untuk membantu pelanggan menyelesaikan permasalah dalam kehidupan sehari-hari, super app untuk mitra driver dan penyedia layanan mendapatkan penghasilan tambahan, dan super app untuk merchant mengembangkan bisnis,” lanjutnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan Gojek akan terus membangun bisnis dengan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan melalui pendekatan berbasis produk.
 
"Artinya, brand Gojek lekat di masyarakat utamanya karena Gojek menyediakan produk yang mudah digunakan dan benar-benar menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari pelanggan kami," kata dia.
 
Fokus terhadap pelanggan serta posisi Gojek sebagai pelopor super app ini, menurut Andre, menumbuhkan kedekatan dan kecintaan terhadap brand Gojek, sehingga hubungan Gojek dengan para pelanggan lebih dari sekedar hubungan transaksional.
 
"Kami yakin, dengan mengutamakan layanan kepada pelanggan, kami akan terus meningkatkan loyalitas yang berujung pada peningkatan frekuensi penggunaan aplikasi Gojek," lanjut dia.
 
Andre meyakini, pasar akan melihat Gojek sebagai salah satu pembentuk indeks konsumsi pelanggan di Indonesia atau bahkan Asia Tenggara, karena transaksi di aplikasi Gojek yang meliputi transportasi online, makanan, belanja dan pembayaran, sangat berhubungan erat dengan pengeluaran rumah tangga.
 
"Pengeluaran tersebut mencakup keperluan dasar, sehingga tidak akan berfluktuasi secara signifikan," kata Andre.
 
Saat ini Gojek telah mampu mencetak kontribusi margin positif di hampir seluruh layanan utamanya, yaitu pesan-antar makanan dan minuman, pembayaran, serta transportasi online. Gojek juga telah berhasil mencetak dua kali lipat pertumbuhan pendapatan dalam 12 bulan terakhir.
 
Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto mengatakan investasi Astra di Gojek adalah salah satu investasi besar yang dilakukan di sektor teknologi. Hal itu karena Astra mendukung perkembangan Gojek sebagai start-up nasional yang memberi peluang lapangan pekerjaan bagi jutaan mitranya, sekaligus mempermudah kehidupan sehari-hari pengguna layanannya.
 
"Kami percaya, Gojek dapat senantiasa mengembangkan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia," kata Prijono.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif