CEO PT Schroders Investment Management Indonesia Michael Tjandra Tjoajadi. Medcom/Eko Nordiansyah.
CEO PT Schroders Investment Management Indonesia Michael Tjandra Tjoajadi. Medcom/Eko Nordiansyah.

Schroder Bantah Kucurkan Dana ke Sandiaga Uno

Ekonomi dana kampanye emiten pilpres 2019 sandiaga uno Prabowo-Sandi
Desi Angriani • 10 April 2019 13:37
Jakarta: PT Schroder Investment Management Indonesia membantah telah berkontribusi terhadap calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. Hal itu menjawab dugaan terkait aliran dana asing yang diterima Sandiaga dari Reksa Dana Schroder USD Bond Fund sebesar USD14,91 atau setara Rp222 miliar untuk dana kampanye.
 
Presiden Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia Michael T. Tjoajadi mengatakan Schroders memiliki kebijakan global untuk tidak berkontribusi pada kegiatan politik apapun.
 
"Schroders membantah klaim bahwa Schroders ataupun anak perusahaannya telah berkontribusi dalam kampanye pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Indonesia," kata Michael saat dikonfirmasi Medcom.id, Rabu 10 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ditanya apakah dana tersebut merupakan investasi Sandiaga di salah satu anak perusahaan Schroder, Michael enggan berkomentar. Menurutnya, pencairan investasi adalah hak sepenuhnya dari investor dan tidak terkait dengan kebijakan Schroders ataupun anak perusahaannya.
 
"Kami tidak memberikan komentar apapun mengenai individu-individu baik mereka adalah nasabah atau bukan. Apa yang dilakukan oleh seorang individu terhadap pencairan investasinya adalah sepenuhnya hak individu tersebut untuk menentukan dan tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Schroders ataupun anak perusahaannya," tegasnya.
 
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno, sebelumnya diduga menerima aliran dana dari perusahaan asing. Ada tiga perusahaan yang diduga mengalirkan uang ke rekening Sandiaga untuk kepentingan kampanye, yakni Uno Capital Holding Inc, Reksa Dana Schroder USD Bond Fund, dan Ace Power Investment Limited.
 
Aliran dana asing itu ditemukan dari hasil investigasi Komunitas Pemerhati Indonesia (Kopi). Mereka menginvestigasi dana kampanye ini atas dasar pernyataan Sandiaga, yang mengaku menghabiskan dana sebesar USD100 juta atau setara Rp1,4 triliun untuk kampanye Pilpres 2019.
 
Namun, angka yang diucapkan Sandi berbeda dengan laporan tim kampanye. Berdasarkan laporan tim kampanye Prabowo-Sandi, pengeluaran dana kampanye dari September 2018-Maret 2019 hanya Rp149,6 miliar dari total Rp191,5 miliar.
 
"Penelusuran Kopi, diduga kuat terdapat aliran dana yang signifikan pada rekening Sandiaga yang bersumber dari beberapa perusahaan asing dan ini terjadi menjelang pilpres," kata anggota tim investigasi Kopi, Ridwan, dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Senin, 8 April 2019.
 
Aliran dana asing itu diduga masuk melalui enam rekening atas nama Sandiaga Salahuddin Uno di Bank Permata. Ridwan menjelaskan aliran dana dari Uno Capital Holding Inc mengalir sebanyak satu kali pada 28 Agustus 2018 sebesar USD3.555.000 atau setara Rp51.981.210.000. Keterangan transaksi berupa "external investmen itt I 80804***" dari Bank LGT Singapura.
 
Sementara itu, dana yang mengalir dari Ace Power Investment Limited pada 20 Juli 2018 sebanyak satu kali. Nilai transaksinya sebesar USD84.000 atau setara Rp1.216.320.000.
 
Dari Reksa Dana Schroder USD Bond Fund, dana mengalir sebanyak dua kali. Total transaksi itu sebesar USD14.918.147 atau setara Rp223.052.454.262 pada 31 Oktober-15 November 2018.
 


 

(Des)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif