Public Expose Bank Bukopin. Foto: Medcom.id/ Eko Nordiansyah.
Public Expose Bank Bukopin. Foto: Medcom.id/ Eko Nordiansyah.

Bank Bukopin Bukukan Laba Rp151 Miliar hingga Kuartal III-2019

Ekonomi bank bukopin
Eko Nordiansyah • 16 November 2019 07:37
Bandung: PT Bank Bukopin Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp151 miliar hingga kuartal III-2019. Laba Bank Bukopin meningkat sebesar 9,80 persen dibandingkan dengan pencapaian laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp137 miliar.
 
Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengatakan, pihaknya akan tetap fokus untuk memacu pertumbuhan berkelanjutan, bisnis ritel, dan kualitas portofolio. Selama ini kinerja Bank Bukopin ditopang bisnis ritel yang mencakup sektor konsumer dan sektor UMKM.
 
"Pembiayaan kredit konsumer yang disalurkan Bank Bukopin menyasar nasabah individu, PNS Aktif, dan Pensiunan," kata dia dalam Public Expose di Bandung, Jumat, 15 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Produk kredit konsumer meliputi produk pra-pensiun dan kredit pensiun, kredit pemilikan mobil, kredit pemilikan rumah, kredit multiguna, dan kartu kredit. Layanan pembiayaan konsumer meliputi priority banking, e-banking, dan tabungan digital Wokee.
 
Selain kredit konsumer, Bank Bukopin mengembangkan bisnis ritel berisiko rendah di sektor UMKM dengan nilai pembiayaan di bawah Rp15 miliar. Pembiayaan kredit UMKM meliputi showroom financing, invoice financing, Flexy Bill, Flexy Health, Flexy Gas, dan Flexy Retail.
 
Sementara strategi pada bisnis komersial, Bank Bukopin menjaga pada komposisi kredit dengan tingkat risiko yang rendah dengan menyasar pada sektor bisnis komersial mencakup bidang energi, kesehatan, properti, agribisnis, dan telekomunikasi.
 
"Kami optimistis dengan pengembangan bisnis ritel dan komersial yang semakin solid, perseroan akan dapat memacu pertumbuhan kinerja dan memperbaiki kualitas kredit," jelas dia.
 
Sampai dengan September 2019, Bank Bukopin menyalurkan kredit sebesar Rp66,56 triliun, sebagian besar disalurkan ke sektor ritel, yaitu UMKM sebesar 29,8 persen dan konsumer 16,8 persen, sementara porsi kredit komersial sebesar 19,9 persen.
 
Pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang ditempatkan di Bank Bukopin tumbuh 3,35 persen menjadi Rp76,42 triliun. Sementara Per September 2019 rasio Loan to Depocit Ratio (LDR) Bank Bukopin tercatat sebesar 86 persen.
 
Dengan posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) yang sudah meningkat menjadi 13,51 persen, Bank Bukopin akan memiliki ruang untuk melakukan ekspansi. Sedangkan rasio Non Perfoming Loan (NPL) sebesar 3,81 persen (net) dibandingkan dengan posisi Desember 2018 yang mencapai 4,75 persen.
 
Pada periode yang sama, Fee Based Income Bank Bukopin juga meningkat menjadi Rp1,21 triliun, tumbuh 112,26 persen dibandingkan periode September 2018 sebesar Rp572 miliar. Hal ini tak lepas dari kinerja produk-produk yang menjadi unggulan Bank Bukopin.
 
"Pertumbuhan sangat besar pada pendapatan fee based didukung dari produk-produk Flexy Bill, Flexy Gas, Flexy Health, dan invoice financing," pungkasnya.
 

(EKO)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif